Berita Lampung
Warung di Bandar Lampung Tawarkan Makan Gratis Bagi Mahasiswa Terdampak Bencana Sumatera
Warung Pojok di Bandar Lampung menawarkan porsi makan gratis setiap hari bagi mahasiswa perantau yang keluarganya terdampak bencana.
Penulis: Hurri Agusto | Editor: Reny Fitriani
Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Musibah banjir bandang dan longsor yang melanda wilayah di Sumatera Barat, Sumatera Utara dan Aceh menyisakan duka yang dampaknya terasa hingga ke Lampung.
Di Bandar Lampung, banyak mahasiswa asal Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) yang tengah menempuh pendidikan di sejumlah Perguruan Tinggi dan harus berjuang lebih keras untuk bertahan hidup.
Pasalnya, bencana tersebut tak hanya merenggut harta benda keluarga di kampung halaman, tetapi juga memutus akses mata pencaharian, termasuk berdampak ke kiriman bulanan mahasiswa di rantauan.
Di tengah kesulitan itu, Warung Pojok di Bandar Lampung menawarkan porsi makan gratis setiap hari bagi mahasiswa perantau yang keluarganya terdampak bencana.
Inisiatif kemanusiaan ini digerakkan oleh Fauzia Fitriani, pengelola Warung Pojok di bilangan Perumahan Korpri, Sukarame, Bandar Lampung.
Misi bantuan yang digerakkan Fauzia muncul atas dorongan rasa simpati dan prihatin dengan kondisi para mahasiswa yang merupakan pelanggan setianya.
"Lebih ke simpati, ikut prihatin. Kayak, apa yang bisa kita bantu, kita lakukan," kata Fauzia kepada Tribun Lampung, Jumat (5/12/2025)
Ia mengungkapkan bahwa mayoritas pelanggannya memang mahasiswa UIN dan ITERA, yang banyak diantara mereka berasal dari daerah yang terdampak bencana, seperti Padang, Sumatera, dan Aceh.
"Mereka di sini kan enggak ada saudaranya, kita ya ikut sedih, ikut prihatin. Gimana rasanya kalau kita ada di posisi mereka," ujarnya penuh empati.
Fauzia menjelaskan, program makan gratis ini dimulai sejak dua hari belakangan.
"Yang kemarin aku tahu itu ada 6 orang, masih dari Sumatera Barat semua. Untuk hari ini kita enggak batasi jumlah porsinya," tegasnya.
Mahasiswa yang ingin mengambil jatah makan gratis hanya perlu menunjukkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) sebagai bukti identitas asal daerah.
Fauzia mengatakan, Warung Pojok juga membuka pintu selebar-lebarnya bagi siapa pun yang ingin berpartisipasi membantu.
"Kalau misalkan Warung Pojok ini bisa menjadi wadah untuk orang-orang ikut serta bantu, yuk kita bareng-bareng," ajak Fauzia.
(Tribunlampung.co.id/Hurri Agusto)
| Nenek 95 Tahun Jadi Calhaj Tertua asal Lampung |
|
|---|
| 8 Jemaah Lampung Gagal Berangkat Haji, Keluarga Ditawari Pilih Tunggu atau Tarik Dana |
|
|---|
| Libatkan Kader hingga Tingkat Kelurahan, Bandar Lampung Perkuat Upaya Putus Rantai TBC |
|
|---|
| Dinas ESDM Lampung: Konsumen Elpiji Nonsubsidi Takkan Beralih ke 3 Kg |
|
|---|
| Alasan Arinal Mangkir dari Panggilan Kejati Lampung, Kuasa Hukum: di Jakarta Check Up |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/Warung-Pojok-di-Korpri.jpg)