Berita Lampung
ASDP dan HKA Prediksi Puncak Arus Nataru Terjadi Dua Gelombang
Partogi Tamba mengatakan, masa puncak operasi Nataru diproyeksikan berlangsung mulai 19 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026.
Penulis: Dominius Desmantri Barus | Editor: taryono
Ringkasan Berita:
- ASDP Indonesia Ferry dan PT Hakaaston memprediksi puncak arus libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 terjadi dalam dua gelombang.
- Gelombang arus diperkirakan terjadi pada periode mudik dan arus balik Nataru.
Tribunlampung.co.id, Lampung Selatan - PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) bersama PT Hakaaston (HKA), selaku pengelola Jalan Tol Bakauheni–Terbanggi Besar (Bakter), memprediksi puncak arus libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) akan terjadi dalam dua gelombang.
General Manager ASDP Cabang Bakauheni Partogi Tamba mengatakan, masa puncak operasi Nataru diproyeksikan berlangsung mulai 19 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026.
“ASDP memprediksi puncak arus Nataru akan terjadi dalam dua gelombang,” ujarnya, Sabtu (13/12/2025).
Ia menjelaskan, gelombang pertama diperkirakan terjadi pada arus mudik Natal, yakni H-5 hingga H-1 Natal. Sementara gelombang kedua terjadi pada arus balik Tahun Baru, yaitu H+5, H+8, dan H+9.
Berdasarkan prediksi terbaru, puncak arus kendaraan diperkirakan terjadi pada 19 Desember 2025 dengan estimasi mencapai 12.893 unit kendaraan. Jumlah ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat sekitar 11.000 unit kendaraan.
“Dengan kapasitas maksimal mencapai 42.800 unit kendaraan, kami optimistis arus penyeberangan dapat dikendalikan dengan baik,” kata Partogi.
Sementara itu, PT Hakaaston (HKA) sebagai operator Jalan Tol Bakauheni–Terbanggi Besar juga memprediksi adanya empat kali lonjakan lalu lintas selama periode libur Nataru.
Manager Ruas Tol Bakauheni–Terbanggi Besar Andri Pandiko menyebut lonjakan tersebut diperkirakan terjadi pada 20 Desember, 25 Desember, 28 Desember 2025, serta 1 Januari 2026.
“Melihat siklus dan kebiasaan tahun-tahun sebelumnya, kami memprediksi akan terjadi empat kali lonjakan lalu lintas di ruas Tol Bakter,” ujarnya, Rabu (3/12/2025).
Sebagai gambaran, total volume lalu lintas pada periode 19 Desember 2024 hingga 6 Januari 2025 mencapai 297.288 kendaraan, dengan rata-rata 15.647 kendaraan per hari.
Menjelang libur Nataru, pihak pengelola tol telah melakukan sejumlah persiapan, di antaranya penambahan personel pengamanan dan kebersihan di seluruh rest area, serta observasi personel dan pengecekan kondisi jalur.
Selain itu, posko terpadu juga disiapkan dengan melibatkan kepolisian, TNI, BPBD, Basarnas, dan Dinas Kesehatan.
Sesuai dengan Surat Keputusan Bersama (SKB) Nomor AJ.201/8/15/DJPD/2025, akan diberlakukan pembatasan kendaraan di lintasan penyeberangan Bakauheni–Merak mulai 19 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026.
Untuk mengantisipasi antrean, pihak pengelola tol menyiapkan kantong parkir di rest area sebagai lokasi penampungan sementara apabila terjadi keterlambatan sistem penyeberangan.
“Rest area 20B dan 49B akan difungsikan sebagai kantong parkir bagi kendaraan yang tidak diizinkan melintas sesuai ketentuan,” jelas Andri.
Apabila terjadi kepadatan di rest area maupun Gerbang Tol Bakauheni Selatan, pengamanan akan diperkuat dengan dukungan personel Satuan Lalu Lintas Polres Lampung Selatan.
Terkait penyesuaian tarif yang berlaku sejak 27 November 2025, Andri menyebut kondisi lalu lintas masih tergolong normal.
“Memang sempat terjadi penurunan, namun tidak signifikan. Bahkan sempat meningkat akibat adanya kegiatan internasional Ijtima Ulama di Lampung,” ujarnya.
Ia menambahkan, jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, volume lalu lintas di ruas Tol Bakter masih menunjukkan tren peningkatan yang cukup baik.
Pihak pengelola tol mengimbau seluruh pengguna jalan untuk selalu memperhatikan rambu-rambu peringatan, khususnya di sekitar titik pemeliharaan jalan, serta tetap berhati-hati saat berkendara.
“Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan selama masa pemeliharaan dan mengimbau pengguna jalan untuk selalu mengutamakan keselamatan,” katanya.
Pengguna jalan tol juga diminta mematuhi batas kecepatan maksimal 100 km/jam, memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima, tidak mengemudi dalam kondisi mengantuk, serta selalu mengutamakan keselamatan sebagai prioritas utama.
Sementara itu, PT Hakaaston saat ini juga tengah melakukan pemeliharaan rutin di sejumlah titik Jalan Tol Bakauheni–Terbanggi Besar. Pekerjaan tersebut ditargetkan selesai pada pekan kedua Desember 2025.
Pemeliharaan meliputi perbaikan beton rigid, rekonstruksi flexible pavement di jalur utama, serta perbaikan sarana penunjang lainnya guna memastikan kenyamanan dan keamanan pengguna jalan selama momen Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
(Tribunlampung.co.id / Dominius Desmantri Barus)
| Viral di Medsos Disebut Tolak Pasien, Kepala Puskesmas Way Kandis Beri Bantahan |
|
|---|
| Ratusan Calon Maba Absen SNBT di Unila, Sebagian Pilih Sekolah Kedinasan |
|
|---|
| Mensos: Banyak Warga Miskin Belum Tersentuh Bansos karena Data Tak Akurat |
|
|---|
| Banyak Penerima BPJS PBI Dinonaktifkan, Mensos: Memastikan Bantuan Tepat Sasaran |
|
|---|
| Kuliah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Teknokrat Mahasiswa Belajar Usaha |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/KAPAL-General-Manager-ASDP-Cabang-Bakauheni.jpg)