Berita Lampung

Way Gunung Batu Tawarkan Wisata Alam Natural di Pesawaran

Objek wisata ini menawarkan panorama alam yang masih asri dan alami, jauh dari sentuhan wisata buatan.

Penulis: Oky Indra Jaya | Editor: taryono
Tribunlampung.co.id/Oky Indra Jaya
KEINDAHAN – Panorama wisata alam Way Gunung Batu di Desa Pampangan, Kecamatan Tataan, Kabupaten Pesawaran. 

Ringkasan Berita:
  • Wisata alam Way Gunung Batu mulai dikenal sebagai destinasi alam.
  • Berlokasi di Dusun Gunung Batu, Desa Pampangan, Kecamatan Tataan, Pesawaran.
  • Menyuguhkan panorama alam yang asri dan masih alami.

 

Tribunlampung.co.id, Pesawaran - Wisata alam Way Gunung Batu kini mulai dikenal sebagai salah satu destinasi alam di Dusun Gunung Batu, Desa Pampangan, Kecamatan Tataan, Kabupaten Pesawaran

Objek wisata ini menawarkan panorama alam yang masih asri dan alami, jauh dari sentuhan wisata buatan.

Pengelola Wisata Way Gunung Batu, Depis, mengatakan konsep utama yang diusung adalah wisata alam natural. 

Pengunjung diajak menikmati suasana pegunungan dengan lingkungan yang masih terjaga dan udara yang sejuk.

Seiring waktu, Way Gunung Batu mulai menarik minat wisatawan dari berbagai daerah. 

Selain pengunjung lokal dari Pesawaran dan Bandar Lampung, wisatawan dari luar daerah seperti Bandung juga tercatat pernah berkunjung ke lokasi tersebut.

Untuk menuju lokasi, pengunjung dapat menempuh rute dari arah Tataan melalui Tugu Pengantin. Dari perempatan, pengendara diarahkan mengambil jalur kiri menuju Kedondong. 

“Jarak dari perempatan ke lokasi wisata sekitar 1,5 kilometer,” ujar Depis kepada Tribunlampung.co.id, Minggu (4/1/2026).

Akses alternatif lainnya dapat dilalui melalui Desa Sukamarga, tepatnya di sekitar minimarket, kemudian melintasi Desa Sukadadi hingga tiba di kawasan Gunung Batu. Waktu tempuh dari Bandar Lampung sekitar satu jam dengan perjalanan santai.

Meski memiliki potensi wisata alam yang menjanjikan, jumlah kunjungan selama libur sekolah Desember hingga awal tahun masih terbilang standar. 

Menurut Depis, hal ini dipengaruhi oleh faktor cuaca serta keberadaan sejumlah objek wisata lain di wilayah sekitar dengan pengelola yang berbeda.

Keterbatasan fasilitas juga menjadi tantangan dalam pengembangan wisata. Saat ini, sarana pendukung yang tersedia masih sederhana karena Way Gunung Batu masih dalam tahap awal pengelolaan. 

“Fasilitas masih natural, kamar mandi dan tempat istirahat seadanya. Karena kami masih pemula, belum banyak fasilitas yang bisa disediakan,” jelas Depis.

(Tribunlampung.co.id/Oky Indrajaya)

 

Sumber: Tribun Lampung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved