Berita Lampung

Mahasiswa Unila Tewas Terlentang di Kamar Kos, Sempat Merintih Kesakitan

Mahasiswa Faperta Unila berinisial KT ditemukan meninggal dunia di kamar indekosnya di Jalan Bumi Manti, Bandar Lampung.

Tayang:
Penulis: Bayu Saputra | Editor: Kiki Novilia
Tribunlampung.co.id/Bayu Saputra
MAHASISWA UNILA TEWAS - Suasana kamar indekos Kt mahasiswa Unila yang meninggal dunia, Jumat (22/5/2026). Korban sempat terdengar merintih kesakitan. 

Ringkasan Berita:
  • Mahasiswa Faperta Unila berinisial KT ditemukan meninggal dunia di kamar indekosnya di Jalan Bumi Manti, Bandar Lampung.
  • Tetangga kos korban terkejut saat mengetahui KT meninggal dunia dalam kondisi terlentang dan hanya mengenakan celana pendek hitam.
  • Sebelum tutup usia, rupanya KT sempat terdengar merintih kesakitan. 

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Mahasiswa Program Studi Ilmu Kelautan Fakultas Pertanian Universitas Lampung (Faperta Unila), KT, ditemukan meninggal dunia di kamar indekosnya di Jalan Bumi Manti, Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan Labuhan Ratu, Kota Bandar Lampung, Jumat (22/5/2026) malam.

Tetangga kamar korban sekaligus saksi, Tazki Al Fikri, mengaku terkejut saat mengetahui KT meninggal dunia dalam kondisi terlentang dan hanya mengenakan celana pendek hitam.

"Saya kamarnya tepat di samping KT. Kemarin Jumat dini hari sekitar pukul 00.16 WIB saya sempat lihat status WhatsApp dia sedang main badminton," kata Tazki Al Fikri saat diwawancarai Tribun Lampung, Jumat malam.

Tazki yang merupakan mahasiswa Pendidikan Ekonomi FKIP Unila semester 6 menjelaskan, korban merupakan mahasiswa Ilmu Kelautan Faperta Unila semester 12 asal Rawa Jitu, Kabupaten Tulangbawang.

Menurut Tazki, selain kuliah, KT juga bekerja sebagai kurir paket. Korban disebut kerap pulang larut malam karena harus membagi waktu antara bekerja dan kuliah.

Baca juga: Akademisi Unila Sebut 2 Tujuan Pembentukan Danantara Sumber Daya Indonesia

"Dia kerja sambil kuliah. Pulangnya juga enggak tentu, kadang tengah malam. Tapi kemarin malam saya lihat sempat main badminton dari status WhatsApp-nya," ujarnya.

Tazki menduga korban mengalami serangan jantung sebelum meninggal dunia. Ia mengaku mulai curiga karena sejak pagi hingga selepas magrib korban tidak terlihat keluar kamar, padahal biasanya selalu mencari makan dan kerap berpapasan dengannya.

"Saya curiga karena dari pagi sampai magrib KT enggak kelihatan. Biasanya jam 08.00 pagi cari makan, habis magrib juga keluar cari makan," katanya.

Karena curiga, Tazki kemudian mengecek kamar korban. Saat itu pintu kamar dalam kondisi setengah terbuka.

"Saya ketok pintunya tiga kali tapi enggak ada respons. Karena pintunya setengah terbuka, saya memberanikan diri masuk untuk membangunkan KT," kata dia.

Namun, korban tidak merespons. Tazki lalu memanggil teman lainnya untuk bersama-sama memeriksa kondisi KT.

"Saya pegang dadanya, tapi enggak ada respons, seperti sudah enggak ada detak jantung," ujarnya.

Setelah itu, Tazki langsung memanggil pemilik indekos. Saat diperiksa, korban diduga telah meninggal dunia.

Tazki juga mengaku sempat mendengar suara rintihan dari kamar korban sekitar pukul 01.00 WIB dini hari. Namun saat itu ia mengira korban sedang tidur.

"Saya dengar seperti suara rintihan orang, sempat merintih. Saya cek pintunya dan ketok tiga kali, tapi enggak ada respons, jadi saya kira tidur," kata Tazki.

Ia menduga korban meninggal akibat serangan jantung setelah beraktivitas bermain badminton.

"Pas dilihat, korban sudah enggak ada nyawanya lagi. Kalau dugaan saya karena serangan jantung," tandasnya.

(Tribunlampung.co.id/Bayu Saputra)

Sumber: Tribun Lampung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved