Pembangunan RSPTN Unila

Beroperasi 2026, RSPTN Unila Bakal Layani Pasien BPJS Kesehatan

RSPTN Unila juga ditarget bakal melayani pasien peserta BPJS Kesehatan yang akan terintegrasi sepenuhnya pada tahun 2028.

|
Penulis: Hurri Agusto | Editor: Daniel Tri Hardanto
Tribunlampung.co.id/Hurri Agusto
LAYANAN UNGGULAN - Penampakan RSPTN Unila. Rumah sakit ini menyiapkan sejumlah layanan unggulan jelang beroperasi pada Desember 2025 mendatang. 

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Rumah Sakit Perguruan Tinggi Negeri (RSPTN) menyiapkan sejumlah layanan unggulan menjelang beroperasi pada Desember 2026 mendatang.

Rumah sakit yang ditarget menjadi pusat pendidikan medis ini akan menyediakan kapasitas 100 tempat tidur pada tahap awal operasionalnya.

Di samping itu, RSPTN Unila juga ditarget bakal melayani pasien peserta BPJS Kesehatan yang akan terintegrasi sepenuhnya pada tahun 2028 setelah melalui proses akreditasi.

Kepala Biro Perencanaan, Kerja Sama, dan Hubungan Masyarakat Unila Budi Sutomo mengatakan, saat ini pihaknya sedang mematangkan kesiapan sumber daya manusia (SDM) serta sarana prasarana sebelum rumah sakit tersebut beroperasi.

"Rencana layanan unggulan akan dimulai bertahap, menyesuaikan dengan kesiapan sumber daya dan sarana prasarana. Estimasi RSPTN Unila akan mulai beroperasi pada bulan Desember 2026, dengan layanan unggulan bertahap," kata Budi Sutomo, Minggu (25/2/26).

Sejumlah layanan yang akan tersedia di awal beroperasi, di antaranya instalasi gawat darurat (IGD) 24 jam, rawat jalan umum dan spesialis, rawat inap, serta layanan penunjang medik. 

Selain itu ada juga layanan lain seperti farmasi, laboratorium, radiologi dan layanan penunjang nonmedik lainnya.

Budi menjelaskan, RSPTN Unila juga bakal dilengkapi dengan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit yang terintegrasi dan direncanakan dalam pengembangannya memiliki fasilitas telemedicine. 

Adapun fasilitas telemedicine merupakan layanan kesehatan jarak jauh yang menggunakan teknologi informasi dan komunikasi seperti telepon, video call, maupun aplikasi.

"RSPTN Unila akan memiliki Center of Excellent mencakup layanan, tropical infection disease (penyakit infeksi tropis), endocrine and metabolic, geriatric (lansia), dan medical rehabilitation (rrehabilitasi medik)," papar Budi.

Terkait kapasitas pasien, RSPTN Unila menyiapkan total 100 tempat tidur di tahap awal, termasuk 13 perawatan intensif.

"Total kapasitas tempat tidur adalah 100, termasuk di antaranya 13 TT untuk rawat intensif yang akan dibuka untuk pelayanan secara bertahap," lanjutnya.

Dia mengatakan, sistem pembagian kelas rawat inap RSPTN unila telah mengikuti paraturan Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) dimana ruang rawat inap maksimal berjumlah 4 tempat tidur dengan mengikuti aturan standar regulasi yang ditetapkan Kementerian Kesehatan.

Mengenai kesiapan manajemen, Budi menyebut proses rekrutmen sudah dimulai melalui rapat koordinasi lintas sektor.

"Hasil dari rapat tersebut dilakukan Penyusunan Panduan dan Timeline rekrutmen SDM Top manajemen operasional RSPTN Unila. Detail teknis proses sedang dalam tahap review dari pihak kepegawaian Universitas Lampung," tuturnya.

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved