Pembangunan RSPTN Unila

Berkonsep Ramah Lingkungan, RSPTN Unila Ditarget Beroperasi Desember 2026

progres fisik gedung utama RSPTN Unila kini berada pada tahap penyelesaian akhir dan ditarget mulai beroperasi pada Desember 2026 mendatang.

|
Penulis: Hurri Agusto | Editor: Daniel Tri Hardanto
Tribunlampung.co.id/Hurri Agusto
SEGERA BEROPERASI - Penampakan gedung RSPTN Unila. Rumah sakit yang mengusung konsep ramah lingkungan ini ditargetkan beroperasi pada Desember 2026 mendatang. 

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Pembangunan fisik Rumah Sakit Perguruan Tinggi Negeri (RSPTN) Universitas Lampung (Unila) dan Integrated Research Center (IRC) telah mencatatkan progres di angka 90 persen.

Rumah sakit yang ditarget menjadi pusat pendidikan kedokteran, riset, dan pelayanan kesehatan ini digadang-gadang menggunakan konsep pembangunan ramah lingkungan (green building).

Kepala Biro Perencanaan, Kerjasama, dan Hubungan Masyarakat Unila Budi Sutomo mengungkapkan bahwa memasuki minggu ke-96 pelaksanaan proyek, progres fisik gedung utama RSPTN Unila kini berada pada tahap penyelesaian akhir dan ditarget mulai beroperasi pada Desember 2026 mendatang.

"Pada akhir tahun 2025, khususnya pada minggu ke-96 pelaksanaan proyek (mencakup periode dari 28 Desember 2025 hingga 3 Januari 2026), kemajuan fisik konstruksi secara keseluruhan menunjukkan pencapaian yang signifikan. Progres fisik Gedung RSPTN mencapai kemajuan fisik lebih dari 90 persen. Pekerjaan yang tersisa difokuskan pada pekerjaan finalisasi dan penyelesaian," ujar Budi, Minggu (25/1/2026).

Selain bangunan utama gedung rumah sakit, ia menyebut fasilitas riset pendukung pun hampir rampung. 

"Gedung IRC telah memasuki tahap penyelesaian akhir, dengan aktivitas yang tersisa terbatas pada pekerjaan kecil dan penyesuaian akhir sesuai dengan spesifikasi teknis," tambahnya.

Budi menjelaskan, RSPTN Unila sendiri berdiri di atas lahan dengan luas total bangunan mencapai 22.094,74 meter persegi yang terdiri dari satu lantai basement dan lima lantai utama. 

Ia merinci bahwa setiap lantai memiliki fungsi spesifik untuk menunjang layanan medis.

Lantai basement terdiri dari ruang rekam medis, instalasi gizi, CSSD, dan laundry.

Lalu lantai 1 ada ruang lobi, IGD, radiologi, laboratorium, farmasi dan rehab medik/fisioterapi. 

Di lantai 2 terdapat ruang nurse station, poliklinik/instalasi rawat jalan, ruang bermain anak, musala, dan roof garden.

Lantai 3 ada ruang operasi, ruang persiapan dan pemulihan, ruang dokter, nurse station, dan ruang rawat care unit. 

Kemudian lantai 4 terdiri dari kamar rawat inap, ruang dokter, dan nurse station.

Di lantai 5 ada kamar rawat inap, ruang dokter, dan nurse station.

Budi mengatakan, RSPTN Unila ditargetkan bakal beroperasi secara bertahap pada akhir tahun 2026. 

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved