Berita Lampung

Pesawaran Masih Jadi Satu-satunya Daerah Endemis Malaria di Lampung

Setiap tahun, kasus penyakit tersebut masih ditemukan di sejumlah wilayah, terutama di kawasan pesisir.

Tayang:
Penulis: Oky Indra Jaya | Editor: taryono
Tribunlampung.co.id/Oky Indrajaya
MALARIA - Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan Pesawaran, Chris Manurung, menyebut Kabupaten Pesawaran. Pesawaran Masih Jadi Satu-satunya Daerah Endemis Malaria di Lampung. 

“Kader membantu larvasidasi, Dinas Perikanan melakukan penebaran ikan pemakan jentik, dan juga dilakukan pemasangan sapi atau kerbau di sekitar tambak untuk menambah sumber darah nyamuk,” ujarnya.

Terkait efektivitas kelambu berinsektisida, Chris menilai langkah tersebut cukup efektif selama masyarakat disiplin menggunakannya.

Sementara untuk sistem deteksi dini, setiap laporan kasus langsung ditindaklanjuti dengan penyelidikan epidemiologi dan pengobatan.

Meski demikian, ia mengakui masih terdapat sejumlah kendala dalam upaya pengendalian malaria, terutama belum optimalnya dukungan lintas sektor.

“Koordinasi dengan pemilik tambak masih menjadi kendala, karena banyak tambak terlantar yang menjadi sumber utama sarang nyamuk malaria,” katanya.

Ia menambahkan, tantangan utama menuju eliminasi malaria adalah keterbatasan pembiayaan, belum maksimalnya keterlibatan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, serta luasnya area sarang nyamuk di sepanjang pesisir berupa tambak terlantar, rawa, dan genangan air payau yang alirannya tidak lancar ke laut.

Ke depan, Dinas Kesehatan Pesawaran tengah merumuskan regulasi teknis yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, swasta, CSR, hingga pemilik tambak.

“Tanggung jawab pengendalian malaria harus dilakukan sesuai dengan kewenangan masing-masing,” tegas Chris.

Ia menyebutkan, terdapat tiga strategi utama yang akan dijalankan.

Pertama, penemuan penderita secara dini dengan memastikan seluruh warga yang mengalami demam segera ditemukan dan diobati dalam waktu 1x24 jam.

Kedua, menurunkan risiko gigitan nyamuk Anopheles melalui upaya pencegahan, pengendalian, dan pengobatan.

Ketiga, perbaikan lingkungan, termasuk meningkatkan kadar salinitas tambak tidak terpakai dengan mengalirkan air laut, penanaman bakau, dan penimbunan.

“Strategi ketiga akan dilakukan oleh Satgas Terpadu yang melibatkan sektor terkait, swasta, serta pemilik tambak terlantar,” pungkasnya.

(Tribunlampung.co.id / Oky Indrajaya)

 

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved