Berita Lampung
Akademisi Nilai Double Track Kereta Sumbagsel Solusi Urai Kemacetan dan Perkuat Logistik
M. Abi Berkah Nadi, menyebut wacana pembangunan double track sejatinya sudah lama bergulir, bahkan sebelum pandemi Covid-19.
Penulis: Hurri Agusto | Editor: taryono
Ringkasan Berita:
- Pemprov Lampung mengusulkan pembangunan jalur kereta api ganda (double track) untuk memisahkan angkutan logistik dan penumpang.
- Pengamat Transportasi Itera, M. Abi Berkah Nadi, menilai proyek ini sangat mendesak karena Lampung menjadi jalur utama kereta batu bara Babaranjang.
Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung – Usulan Pemerintah Provinsi Lampung terkait pembangunan jalur kereta api ganda (double track) dinilai sebagai langkah krusial untuk memisahkan beban angkutan logistik berat dari kenyamanan transportasi publik.
Akademisi sekaligus Pengamat Transportasi dari Institut Teknologi Sumatera (Itera), M. Abi Berkah Nadi, menyebut wacana pembangunan double track sejatinya sudah lama bergulir, bahkan sebelum pandemi Covid-19.
Menurut Abi, urgensi proyek ini sangat tinggi mengingat posisi strategis Lampung sebagai jalur utama angkutan batu bara dari Sumatera Selatan.
“Lampung ini menjadi jalur koneksi, terutama untuk kereta api barang batu bara dari wilayah Palembang–Muara Enim menuju Lampung. Dan yang paling banyak melintas selama ini adalah rangkaian Babaranjang,” ujar Abi saat dikonfirmasi, Minggu (1/2/2026).
Ia menjelaskan, dominasi kereta api Babaranjang yang terdiri dari sekitar 60 gerbong per rangkaian menjadi pemicu utama kemacetan di sejumlah perlintasan sebidang, khususnya di wilayah inti Kota Bandar Lampung.
“Dulu sempat ada isu untuk mengurai kemacetan, terutama di Bandar Lampung, dengan mengalihkan jalur kereta api barang, khususnya Babaranjang, ke Lintas Timur. Idealnya memang ada jalur khusus yang terpisah untuk kereta barang,” jelasnya.
Lebih lanjut, Abi menyoroti sistem jalur tunggal (single track) yang saat ini masih digunakan, yang kerap berdampak pada jadwal perjalanan kereta penumpang.
Selama ini, kereta penumpang sering kali harus mengalah dan menunggu rangkaian logistik melintas, sehingga memengaruhi efisiensi waktu mobilisasi masyarakat.
“Kalau kereta penumpang dan Babaranjang melintas bersamaan, yang mengalah itu biasanya kereta penumpang. Dengan double track, waktu tempuh bisa jauh lebih singkat,” ujar Abi.
Selain meningkatkan efisiensi waktu, pembangunan jalur ganda juga dinilai berpotensi memberikan efek domino bagi perekonomian daerah melalui konsep Transit Oriented Development (TOD).
Abi melihat peluang besar bagi stasiun-stasiun di sepanjang jalur Lampung–Palembang untuk berkembang menjadi pusat-pusat ekonomi baru.
“Dengan adanya konektivitas antarstasiun dan antarwilayah, pengembangan ekonomi pasti akan meningkat,” katanya.
Ia berharap, proyek double track dapat mendorong optimalisasi potensi di tiap wilayah, baik di sektor pariwisata maupun industri.
“Harapannya, setiap titik stasiun bisa berkembang sesuai potensi daerah masing-masing, entah itu wisata atau sektor industri,” paparnya.
Terkait kebutuhan anggaran yang besar, Abi menyarankan agar pemerintah tidak hanya mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
| Penampakan Ardito Wijaya Berompi Oranye di Rutan Way Huwi, Besok Jalani Sidang Perdana |
|
|---|
| Rem Blong, Truk Fuso Seruduk Tujuh Mobil di Pesawaran Lampung |
|
|---|
| Bustami Zainudin Sebut Minimnya RTH Jadi Biang Banjir Bandar Lampung |
|
|---|
| Program Desaku Maju di Lampung, Singkong Diolah Jadi Tepung Mocaf |
|
|---|
| PSI Lampung Kebut Konsolidasi hingga Kelurahan, Target Rampung Juni 2026 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/rel-kereta-api-Lampung-Sumsel-ambles.jpg)