Berita Lampung
Program Magang Jepang 2026 Dibuka di Pringsewu, Peluang Kerja dan Gaji Menjanjikan
Calon peserta program pemagangan ke Jepang tahun 2026 yang dibuka Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Pringsewu wajib
Penulis: Oky Indra Jaya | Editor: taryono
Ringkasan Berita:
Tribunlampung.co.id, Pringsewu – Calon peserta program pemagangan ke Jepang tahun 2026 yang dibuka Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Pringsewu wajib memenuhi sejumlah persyaratan umum sebelum mendaftar.
Syarat tersebut meliputi laki-laki maupun perempuan berusia 18–26 tahun, berpendidikan minimal SMA/sederajat, serta memiliki tinggi badan minimal 160 cm untuk laki-laki dan 150 cm untuk perempuan.
Selain itu, pelamar harus sehat jasmani dan rohani, tidak bertato maupun bertindik bagi laki-laki, serta tidak memiliki riwayat penyakit berat.
Kemampuan dasar juga menjadi penilaian penting karena akan diuji dalam proses seleksi.
Program ini kembali digulirkan sebagai upaya membuka peluang kerja sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di daerah.
Kepala Disnakertrans Kabupaten Pringsewu, Agus Wijanarko, menyebut program tersebut merupakan hasil kerja sama dengan Kementerian Ketenagakerjaan RI dan pemerintah Jepang melalui skema pemagangan industri.
“Program ini menjadi salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus membuka peluang kerja bagi masyarakat,” ujar Agus, Senin, 27 April 2026.
Setelah dinyatakan lolos seleksi, peserta tidak langsung diberangkatkan, melainkan harus mengikuti serangkaian pelatihan intensif.
Agus menjelaskan, pelatihan mencakup kemampuan bahasa Jepang, keterampilan teknis sesuai bidang kerja, hingga pembentukan mental dan kedisiplinan.
“Selama pelatihan, peserta akan digembleng secara disiplin, termasuk dalam penguasaan bahasa Jepang dan kesiapan kerja,” jelasnya.
Tahapan seleksi sendiri dilakukan secara bertahap, dimulai dari seleksi administrasi, tes matematika dan ketahanan fisik, wawancara, hingga tes kesehatan.
Peserta yang lolos di tingkat daerah akan menjalani pelatihan tahap pertama selama kurang lebih 70 hari di Kabupaten Pringsewu, sebelum melanjutkan ke tahap pelatihan berikutnya di pusat pelatihan nasional.
Dari sisi pembiayaan, Agus menyebut sebagian biaya program telah ditanggung oleh pemerintah dan perusahaan penerima di Jepang.
Meski demikian, peserta tetap perlu menyiapkan biaya pribadi untuk kebutuhan tertentu selama proses pelatihan hingga keberangkatan.
Selain pengalaman kerja internasional, program ini juga menawarkan potensi penghasilan yang cukup besar bagi peserta.
| Pengukuhan Guru Besar Unila, Prof Erna Dewi Soroti Sistem Pemidanaan dalam KUHP |
|
|---|
| 30 Persen Jemaah Haji Pesawaran Lampung Alami Hipertensi, Diskes Perkuat Pengawasan Lansia |
|
|---|
| Magang ke Jepang Dibuka, Peserta dari Pringsewu Lampung Wajib 70 Hari Pelatihan |
|
|---|
| Jalan Bandar Jaya–Mandala Dikebut, Harapan Baru bagi Distribusi Ekonomi Lampung Tengah |
|
|---|
| Banjir Bandar Lampung Terus Berulang, Akademisi Unila Soroti Tanggung Jawab dan Tata Ruang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/Bupati-Pringsewu-tinjau-peserta-magang-ke-Jepang.jpg)