Berita Lampung

Pariwisata Jadi Andalan, Dispar Pesawaran Bidik PAD Rp 2 Miliar

Dinas Pariwisata Kabupaten Pesawaran menargetkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp 2 miliar pada tahun 2026.

Penulis: Oky Indra Jaya | Editor: taryono
Tribunlampung.co.id/Oky Indra Jaya
TARGET - Plt Kepala Dinas Pariwisata Pesawaran, Hendra Sulistianto. Pariwisata Jadi Andalan, Dispar Pesawaran Bidik PAD Rp 2 Miliar. 

Ringkasan Berita:
  • Dinas Pariwisata Pesawaran target PAD Rp 2 miliar tahun 2026.
  • Strategi: pembenahan destinasi wisata, promosi masif, penguatan ekonomi kreatif di sekitar wisata.
  • Plt Kadis Hendra Sulistianto: PAD tak hanya dari jumlah wisatawan, tapi juga nilai ekonomi tiap destinasi.

Tribunlampung.co.id, Pesawaran -Dinas Pariwisata Kabupaten Pesawaran menargetkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp 2 miliar pada tahun 2026.

Target ini akan dicapai melalui pembenahan destinasi wisata, promosi yang lebih masif, serta penguatan ekonomi kreatif di kawasan wisata Pesawaran.

Plt Kepala Dinas Pariwisata Pesawaran, Hendra Sulistianto, menegaskan bahwa peningkatan PAD tidak bisa hanya mengandalkan jumlah kunjungan wisatawan saja, tetapi juga perlu strategi yang terintegrasi untuk meningkatkan nilai ekonomi dari setiap destinasi.

Menurutnya, kualitas pengelolaan destinasi menjadi faktor penentu agar perputaran ekonomi benar-benar terjadi.

“Kami tidak hanya mengejar banyaknya wisatawan, tapi bagaimana destinasi dikelola dengan baik dan memberi dampak ekonomi langsung,” ujar Hendra kepada Tribunlampung.co.id, Selasa (10/2/2026).

Baca juga: Jembatan Gantung di Pugung Tanggamus Roboh Saat Minibus Lewat, 2 Korban Luka-luka

Ia menjelaskan, fokus utama Dispar pada 2026 adalah membenahi daya tarik destinasi yang sudah ada. 

Upaya tersebut dilakukan melalui pemantauan langsung pengelolaan destinasi, evaluasi rutin, serta peningkatan kapasitas pengelola di lapangan.

“Kalau destinasi bersih, aman, dan pelayanannya rapi, wisatawan akan datang kembali. Itu yang sedang kami kejar,” katanya.

Selain destinasi unggulan, kawasan strategis pariwisata juga menjadi perhatian. 

Dispar Pesawaran terus menyiapkan perbaikan sarana dan prasarana sekaligus membekali pengelola kawasan dengan kemampuan manajerial yang lebih baik.

“Infrastruktur dan SDM ini tidak bisa dipisahkan. Keduanya menentukan apakah kawasan wisata bisa jadi sumber PAD atau tidak,” ujarnya.

Dari sisi promosi, Dispar Pesawaran menggenjot pemasaran pariwisata baik di dalam maupun luar daerah. 

Promosi dilakukan melalui berbagai media dengan menonjolkan potensi unggulan daerah.

“Kami ingin orang langsung ingat Pesawaran saat bicara wisata. Kalau brandingnya kuat, kunjungan akan ikut naik,” kata Hendra.

Tak hanya mengandalkan sektor wisata, Dispar Pesawaran juga mendorong tumbuhnya ekonomi kreatif di sekitar destinasi. 

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved