Berita Lampung

Ganti SPPG, Dua SD di Bandar Lampung Tidak Terima MBG

Seribu lebih siswa tersebut berasal dari dua SD di Bandar Lampung, yaitu SDN 1 Way Dadi Sukarame dan  SDN 1 Harapan Jaya Sukarame.

Tayang: | Diperbarui:
Tribunlampung.co.id/Dominius Desmantri Barus
TAK DAPAT MBG -Dua SDN di Kecamatan Sukarame, Kota Bandar Lampung tidak menerima Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai (12/1/2026) sampai Selasa (10/2/2026) atau sekitar sebulan. Hal itu imbas pergantian dapur SPPG. 

Terkait kepastian waktu dimulainya kembali MBG, Yulisa mengaku pihak sekolah belum mendapatkan informasi lebih lanjut. "Belum ada pemberitahuan sampai kapan. Kami hanya diminta untuk menunggu," katanya.

Terpisah Kepala SDN 1 Harapan Jaya, Devi Andriyanti Puspita Sari, juga mengaku mengalami hal yang sama. Karena ada pergantian dapur penyedia MBG yang saat ini masih dalam tahap persiapan.

"Hampir mau sebulan ini memang kosong karena baru MOU dengan dapur yang baru. Karena dapur baru, mungkin mereka masih persiapan," ujar Devi saat ditemui di sekolah, Selasa (10/2/2026).

Meski demikian, Devi menegaskan tidak ada permasalahan berarti yang muncul di lingkungan sekolah akibat belum berjalannya program MBG. Ia menyebut, baik pihak sekolah maupun wali murid tidak mempermasalahkan kondisi itu.

"Saya sih nggak mikir macam-macam, berpikir positif. Wali murid juga nggak ada yang tanya atau komplain," katanya.

Menurut Devi, selama ini siswa SDN 1 Harapan Jaya memang terbiasa jajan sendiri di lingkungan sekolah, sehingga keberadaan MBG tidak terlalu memengaruhi aktivitas mereka sehari-hari.

"Sejak sebelum ada MBG, anak-anak memang biasa jajan sendiri. Jadi ada atau nggak ada MBG itu nggak terlalu berpengaruh," jelasnya.

SDN 1 Harapan Jaya sendiri memiliki total 469 siswa dari kelas 1 hingga kelas 6, yang terbagi dalam tujuh rombongan belajar.

Sebelumnya, MBG diberikan dua kali sehari menyesuaikan dengan pembagian sif sekolah, yakni sif pagi dan sif siang. Untuk sif pagi, MBG diberikan kepada siswa kelas 1, 2, 3, dan 6. Sementara sif siang mencakup kelas 4, 5, serta satu kelas 3 lainnya.

Namun, sejak adanya penyesuaian dapur penyedia, distribusi MBG untuk sementara dihentikan.

Devi menyebut dapur yang sebelumnya melayani sekolahnya mengalami kelebihan kapasitas. "Kalau ditotal, jumlah siswa yang dilayani bisa lebih dari 3.000. Mungkin karena kelebihan itu, sekolah kami sementara dikeluarkan dulu," ungkapnya.

Saat ini, SDN 1 Harapan Jaya telah menandatangani MOU baru dengan dapur MBG yang berlokasi di wilayah Way Dadi dan dikelola oleh pihak Muhammadiyah. MOU tersebut baru dilakukan sekitar satu minggu lalu.

"Sekarang sudah MOU, cuma memang belum tahu kapan mulai. Katanya walaupun puasa tetap dapat, tapi bentuknya keringan," ujarnya.

Devi menambahkan, proses penyaluran MBG sepenuhnya berada di bawah koordinasi pihak PPG di tingkat kecamatan, sehingga pihak sekolah masih menunggu kepastian jadwal distribusi.

"Ditunggu saja, nanti katanya sekolah akan didatangi. Ini masih tahap awal karena PPG-nya juga baru," pungkasnya.

( Tribunlampung.co.id / Dominius Desmantri Barus )

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved