Berita Lampung

Sambut Ramadan 2026, Dompet Dhuafa Lampung Ajak Masyarakat Berbagi

Dompet Dhuafa Lampung menggelar acara sambut ramadan di Kali Caffe, Sukarame, Bandar Lampung, Rabu (11/2/2026). 

Tayang:
Tribunlampung.co.id/Bintang Puji Anggraini
SAMBUT RAMADAN - Dompet Dhuafa Lampung menggelar acara sambut ramadan di Kali Caffe, Sukarame, Bandar Lampung, Rabu (11/2/2026).  
Ringkasan Berita:
  • Dompet Dhuafa Lampung menggelar acara sambut ramadan di Kali Caffe, Sukarame, Bandar Lampung, Rabu (11/2/2026). 
  • Kegiatan ini bukan sekadar silaturahmi, tetapi juga menjadi ruang berbagi inspirasi sekaligus memperkuat kolaborasi dalam menghadirkan lebih banyak program kebaikan bagi masyarakat.
  • Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Lampung, Nandrianto Suparno menegaskan ramadan menjadi momentum untuk memperkuat nilai kebermanfaatan. 

Tribunlampung.co.id, Bandar LampungDi bawah terik matahari siang, suasana penuh semangat terasa di acara Dompet Dhuafa Lampung di Kali Caffe, Sukarame, Bandar Lampung, Rabu (11/2/2026). 

Sejumlah tokoh masyarakat, mitra, dan pegiat sosial berkumpul dalam acara Welcoming Ramadan, Sharing Session and Collaboration yang digelar untuk menyambut Ramadan 1447 Hijriah.

Kegiatan ini bukan sekadar silaturahmi, tetapi juga menjadi ruang berbagi inspirasi sekaligus memperkuat kolaborasi dalam menghadirkan lebih banyak program kebaikan bagi masyarakat.

Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Lampung, Nandrianto Suparno menegaskan ramadan menjadi momentum untuk memperkuat nilai kebermanfaatan. Karena itu, berbagi diinisiasi sebagai kebiasaan kalcer anak muda.

“Tema yang kami angkat tahun ini adalah 'Berbagi Itu Kalcer'. Kami ingin berbagi bukan hanya menjadi kegiatan musiman, tetapi menjadi budaya yang terus menerus dilakukan, konsisten, dan istiqomah. Ramadan adalah momen terbaik untuk menguatkan itu,” ujarnya Rabu (11/2/2026).

Baca juga: Jelang Ramadan, Harga Cabai dan Ayam di Bandar Lampung Mulai Merangkak Naik

Menurut Nandrianto, istilah kalcer dimaknai sebagai kebiasaan yang dilakukan secara berkelanjutan. Di tengah tren gaya hidup modern, ia berharap semangat berbagi juga menjadi gaya hidup anak muda.

Dalam ramadan tahun ini, Dompet Dhuafa Lampung menyiapkan berbagai program unggulan. Mulai dari buka puasa bersama, parsel ramadan untuk kaum dhuafa, sedekah Al-Qur’an. 

Santunan dan kebahagiaan untuk anak yatim dan bantuan bagi kaum dhuafa hingga pekerja pelabuhan (porter)

Selain itu, Dompet Dhuafa Lampung juga menggulirkan program kemanusiaan untuk wilayah terdampak bencana di Sumatera dan Aceh melalui kampanye “Patungan Bangun Rumah Tahan Bencana (Rumtara)”.

“Target kami bisa membangun lebih dari 10 rumah dari donasi masyarakat Lampung. Setiap rumah nantinya akan memiliki siger khas Lampung sebagai simbol bahwa ini adalah gotong-royong masyarakat Lampung secara utuh,” jelasnya.

Ia mengakui, membangun satu rumah membutuhkan biaya besar, namun dengan konsep patungan, beban tersebut menjadi lebih ringan dan memungkinkan partisipasi lebih luas.

Selain mengampanyekan budaya berbagi, Dompet Dhuafa Lampung juga mengusung tema berzakat Itu kalcer. 

Nandrianto mengingatkan bahwa masyarakat yang memiliki harta setara atau lebih dari 85 gram emas wajib menunaikan zakat mal.

“Kalau zakat menjadi budaya, dampaknya akan jauh lebih masif. Program kami tidak hanya Ramadan, tetapi juga reguler sepanjang tahun, meliputi pendidikan, kesehatan, ekonomi, sosial, dakwah, dan kebencanaan,” paparnya.

Pada 2025, Dompet Dhuafa Lampung mencatat 55 ribu penerima manfaat dari berbagai program. Tahun 2026 ini, mereka menargetkan peningkatan hingga 70 ribu penerima manfaat di Lampung dan wilayah lainnya.

Untuk memudahkan partisipasi masyarakat, Dompet Dhuafa Lampung membuka berbagai kanal donasi, mulai dari booth counter di mall dan swalayan di Bandar Lampung, hingga kanal digital melalui laman lampung.dompetdhuafa.org.

Layanan jemput zakat juga tersedia bagi masyarakat yang ingin berkonsultasi atau menghitung zakat secara langsung di rumah.

“Di Dompet Dhuafa, masyarakat bisa menunaikan zakat, infak, sedekah, maupun wakaf. Termasuk wakaf produktif seperti sumur produktif untuk membantu pertanian di wilayah yang kesulitan air,” jelasny.

Program wakaf produktif ini juga didukung kolaborasi dengan Bank Indonesia (BI), termasuk melalui kegiatan Festival Ekonomi Syariah dan pemanfaatan QRIS untuk mempermudah transaksi donasi secara digital.

Tak hanya itu, Dompet Dhuafa Lampung juga menggandeng berbagai mitra, termasuk ojek online di Bandar Lampung, dalam program pembagian sembako bagi masyarakat yang membutuhkan.

Melalui sinergi lintas sektor ini, Dompet Dhuafa berharap Ramadan 1447 H menjadi momentum kebangkitan solidaritas sosial.

“Semoga Ramadan ini bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi tentang bagaimana kita memperluas manfaat dan menjadikan berbagi serta berzakat sebagai budaya bersama,” tutup Nandrianto.

( Tribunlampung.co.id / Bintang Puji Anggraini )

Sumber: Tribun Lampung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved