Berita Lampung

Penerbangan Lampung-Kuala Lumpur Diharapkan Berkelanjutan

Rute yang akan dilayani maskapai TransNusa itu dijadwalkan berangkat pada pukul 11.00 WIB dari Bandara Radin Inten II menuju Kuala Lumpur.

Penulis: Riyo Pratama | Editor: Daniel Tri Hardanto
Tribunlampung.co.id/Istimewa
BERKESINAMBUNGAN - Sekretaris Komisi IV DPRD Lampung Yusnadi saat diwawancarai di kantornya, Kamis (12/2/2026). 

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung – DPRD Provinsi Lampung berharap penerbangan internasional perdana rute Lampung–Kuala Lumpur, Malaysia, melalui Bandara Radin Inten II dapat berjalan secara berkelanjutan dan mampu mendongkrak perekonomian daerah.

Sekretaris Komisi IV DPRD Lampung Yusnadi mengatakan, rute internasional tersebut harus dijaga keberlangsungannya agar memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

Penerbangan perdana rute Lampung–Malaysia dijadwalkan berlangsung pada Kamis (12/2/2026).

Rute yang akan dilayani maskapai TransNusa itu dijadwalkan berangkat pada pukul 11.00 WIB dari Bandara Radin Inten II menuju Bandara Internasional Kuala Lumpur.

Yusnadi mengapresiasi langkah Dinas Perhubungan Provinsi Lampung yang berhasil mewujudkan kembali penerbangan internasional dari Sai Bumi Ruwa Jurai.

Namun, ia mengingatkan agar penerbangan tersebut tidak hanya bersifat seremonial.

“Pertama, kita ucapkan selamat kepada Dinas Perhubungan yang sudah melakukan terobosan sehingga penerbangan internasional Lampung–Malaysia ini bisa terwujud. Tapi jangan sampai ini hanya seremonial atau hanya sekali terbang,” kata Yusnadi, Kamis (12/2/2026).

Menurutnya, rute Lampung–Kuala Lumpur merupakan pintu strategis yang dapat mendukung pengembangan pariwisata, perdagangan, serta investasi.

Lampung dinilai memiliki potensi besar di sektor wisata alam, religi, budaya, kuliner, hingga komoditas hasil bumi.

Jika dikelola dengan baik dan berjalan rutin, rute internasional tersebut diyakini mampu menarik wisatawan, pelaku usaha, hingga investor dari luar negeri.

“Ini bukan tujuan akhir, tetapi sarana konektivitas ke negara lain di kawasan Asia Tenggara,” katanya.

Ia menambahkan, penerbangan reguler juga membuka peluang peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) serta memperkuat aktivitas ekonomi masyarakat.

Karena itu, Yusnadi menekankan pentingnya sinergi antara Pemerintah Provinsi Lampung, DPRD, Angkasa Pura selaku pengelola bandara, serta Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan untuk menjaga keberlanjutan rute tersebut.

“Tugas pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan adalah memastikan penerbangan ini tidak berhenti di tengah jalan. Harus ada kesinambungan kebijakan, promosi wisata, serta dukungan agar maskapai tetap sehat secara ekonomi,” tegasnya.

Selain penerbangan internasional, Yusnadi juga mendorong realisasi penerbangan umrah melalui Bandara Radin Inten II.

Menurutnya, tingginya jumlah jemaah umrah asal Lampung menjadi peluang besar untuk meningkatkan pelayanan dan PAD.

(Tribunlampung.co.id/Riyo Pratama)

Sumber: Tribun Lampung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved