Berita Lampung
Dukung Program ASRI Presiden, Pemkot Bandar Lampung Bangun Pembangkit Listrik Tenaga Sampah
Dua program yang digagas Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana yakni Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PTSa) dan Grebek Makam.
Penulis: Dominius Desmantri Barus | Editor: Robertus Didik Budiawan Cahyono
Ringkasan Berita:
- Dua program unggulan digagas Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana untuk mendukung program ASRI presiden.
- Yaitu program Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PTSa) dan Grebek Makam.
- PTSa bertujuan untuk mengubah sampah yang ada di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bakung.
Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Pemkot Bandar Lampung terus menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan kota yang bersih, sehat, dan ramah lingkungan.
Dua program unggulan yang sedang digagas oleh Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana yakni Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PTSa) dan Grebek Makam.
Program Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PTSa) merupakan inovasi program Lampung Raya yang juga melibatkan Kabupaten Lampung Selatan dan Lampung Timur.
Program ini bertujuan untuk mengubah sampah yang ada di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bakung, Teluk Betung Barat menjadi energi listrik.
Plh Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bandar Lampung, Budi Ardianto, membeberkan sampah yang masuk ke TPA Bakung setiap harinya bisa mencapai antara 700 hingga 800 ton.
Baca juga: Pemkot Bandar Lampung Kejar Tunggakan, Target Retribusi Sampah Tahun Ini Rp 19 Miliar
"Dengan adanya PTSa, sampah tidak hanya menumpuk, tetapi bisa diolah menjadi energi listrik yang bermanfaat," ujarnya, Minggu (15/2/2026).
Proyek ini diperkirakan akan selesai dan mulai beroperasi pada tahun 2027, setelah melalui proses tender yang dimulai pada pertengahan tahun 2026.
Pemkot Bandar Lampung berharap, PTSa Lampung Raya akan menjadi program strategis nasional yang dapat mengatasi permasalahan sampah perkotaan sekaligus memberikan pasokan energi yang ramah lingkungan.
Ia menekankan pentingnya dukungan dari masyarakat agar program ini dapat berjalan dengan sukses.
"Kami berharap masyarakat dapat mendukung program ini, agar Bandar Lampung semakin maju dan menjadi kota metropolitan yang bersih dan nyaman," ujarnya.
Selain itu, jika proyek ini sukses, Pemkot berencana mengubah kawasan TPA Bakung yang kini penuh sampah menjadi taman untuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Hal ini akan meningkatkan ekonomi lokal sekaligus menciptakan ruang hijau yang bermanfaat bagi warga.
Program kedua yang menjadi perhatian serius Pemkot Bandar Lampung adalah Grebek Makam, sebuah gerakan masif yang bertujuan untuk memperindah dan menjaga kebersihan Tempat Pemakaman Umum (TPU) di seluruh kecamatan di Bandar Lampung.
Program ini diinisiasi oleh Wali Kota Eva Dwiana, yang melihat pentingnya menjaga kebersihan TPU, terutama menjelang bulan suci Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri.
Camat Panjang, Hendry Sampurna Jaya, yang mewakili Forum Camat se-Bandar Lampung, menjelaskan bahwa Grebek Makam bukan sekadar kerja bakti biasa, tetapi merupakan instruksi langsung dari Wali Kota yang melibatkan seluruh unsur, mulai dari pimpinan kecamatan, kelurahan, hingga masyarakat setempat.
| Investasi di Bandar Lampung, Penanaman Modal Asing Capai Rp 214,2 Miliar |
|
|---|
| Jadi Tuan Rumah Pornas Korpri 2027, Lampung Bidik Dampak Ekonomi untuk UMKM |
|
|---|
| LaSEF 2026 Resmi Ditutup, Komitmen Pembiayaan Capai Rp 230 Miliar |
|
|---|
| Gubernur Lampung Ajak ISPI Perkuat Sektor Peternakan |
|
|---|
| Mukminah Bangun Qiana Craft Berawal dari Menjahit Kain Sisa Menjadi Tas |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/Dukung-program-ASRI-Presiden-Pemkot-Bandar-Lampung-bangun-pembangkit-listrik-tenaga-sampah.jpg)