Berita Lampung
Gemabudhi Lampung Ungkap Makna Imlek: Lebih ke Arah Tradisi
Ketua Generasi Muda Buddhis Indonesia (Gemabudhi) Lampung mengungkap makan Imlek secara sederhana.
Penulis: Bayu Saputra | Editor: Reny Fitriani
Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Generasi Muda Buddhis Indonesia (Gemabudhi) Lampung sebut bahwa masyarakat Tionghoa mempunyai andil yang sama untuk Indonesia.
"Kami mengucapkan selamat Imlek 2577 Kongzili dan Tionghoa mempunyai andil yang sama demi kemajuan untuk Indonesia," kata Ketua Gemabudhi Lampung, Deddy Wijaya Candra, Selasa (17/2/2026).
Kader PDI Perjuangan Lampung ini menjelaskan, bahwa makna Imlek secara sederhana dimaknai sebagai waktunya merayakan tahun baru lunar.
Kemudian juga dijadikan ajang berkumpulnya keluarga, dari berbagai tempat, kota dan negara, berkumpul merayakan imlek bersama-sama.
"Tahun baru Imlek tidak dikaitkan dengan agama, tetapi lebih ke arah tradisi, saya mengucapkan Gong Xi Fa Cai," ujarnya.
Baca Juga Jemaat Mulai Padati Vihara Thay Hio Bio Sambut Imlek 2026, Harapan di Tahun Kuda Api
Ia menjelaskan bahwa tahun baru Imlek merupakan perayaan terpenting masyarakat Tionghoa.
"Dalam artian secara umum orang Tionghoa beragama Buddha, Islam, Kristen, Katholik pun merayakannya," jelas Deddy.
Ia menjelaskan bahwa malam tahun baru Imlek dikenal sebagai Chuxi yang berarti malam pergantian tahun.
Perayaan ini menandai akhir musim dingin dan awal musim semi, festival ini berlangsung dari Malam Tahun Baru Imlek atau malam sebelum hari pertama tahun ini hingga Festival Lentera.
Adapun festival Lentera yang diadakan pada hari ke-15 dan di Indonesia lebih mengenalnya sebagai festival cap go me, dan pada saat itulah perayaan Imlek pun berakhir.
Deddy menjelaskan bahwa Imlek sebagai salah satu dari tradisi, terkhusus kader Gemabudhi yang bersuku Tionghoa.
"Kita juga merayakan Imlek dengan pergi ke wihara melantunkan ayat-ayat suci," kata Deddy.
Hal tersebut sebagai doa dan harapan untuk tahun yang penuh dengan berkah, rezeki, kesuksesan dan keberuntungan.
"Saya selaku Ketua DPD Gemabudhi Provinsi Lampung mendukung tema Imlek 2026 dengan shio Kuda Api ini yang diluncurkan oleh pemerintah pada tahun ini yaitu "Harmoni Imlek Nusantara".
Dirinya mengucapkan syukur bahwa Gemabudhi telah menginjak usia 40 tahun pada 14 Februari 2026.
"Gemabudhi lahir pada 14 Februari 1986 dan tahun 2026 usianya sudah 40 tahun, dengan harapan harmoni dalam keberagaman, tumbuh dalam kebajikan," ucap Deddy.
Dirgahayu Gemabudhi dan usia 40 tahun merupakan eksistensi untuk negeri.
(Tribunlampung.co.id/Bayu Saputra)
| Hakim Tolak Perlawanan Dendi Ramadhona, Sidang Korupsi SPAM Pesawaran Berlanjut |
|
|---|
| Batal ke Makassar, Wamendagri Sidak Bandar Lampung, Puji Efisiensi 20 Persen |
|
|---|
| Ketua Pansus DPRD Lampung Selatan Usir ASN yang Ngobrol saat Rapat |
|
|---|
| Dua Mahasiswa Unila Tewas dalam Kecelakaan di Tugu Cokelat Pesawaran Lampung |
|
|---|
| Daftar 3 Calon Direktur RSPTN Unila, Ini Nama-namanya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/Ketua-Gemabudhi-Lampung-Deddy-Wijaya-Candra.jpg)