Berita Lampung

Pasca Bocah Tertabrak Mobil di Tol, Pengelola Ingatkan Menyeberang Lewat JPO

Menurut Direktur PT BTB (Bakauheni Terbanggi Besar Toll) I Wayan Mandia, fasilitas JPO telah disediakan di sejumlah titik.

Tribunlampung.co.id/Tangkapan layar
TERTABRAK MOBIL - Seorang bocah tewas tertabrak mobil saat menyeberang di Tol Bakauheni-Terbanggi Besar (Bakter), Senin (16/2/2026). Pengelola tol ingatkan warga menyeberang lewat jembatan penyeberangan orang (JPO) untuk menghindari kejadian serupa terulang kembali. 

Ringkasan Berita:
  • Masyarakat di daerah yang berbatasan langsung dengan jalan tol diminta menggunakan fasilitas jembatan penyeberangan orang (JPO).
  • Hal ini disampaikan pengelola jalan tol pasca peristiwa anak yang menyeberang dengan melompati pembatas jalan meninggal tertabrak mobil.
  • Pemanfaatan JPO yang sudah disediakan di beberapa titik untuk menghindari kejadian serupa terulang lagi.

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Masyarakat di daerah yang berbatasan langsung dengan jalan tol diminta untuk menggunakan fasilitas jembatan penyeberangan orang (JPO).

Menurut Direktur PT BTB (Bakauheni Terbanggi Besar Toll) I Wayan Mandia, fasilitas JPO telah disediakan di sejumlah titik untuk mencegah insiden yang dapat membahayakan nyawa.

Hal itu disampaikan Wayan setelah insiden bocah tertabrak mobil saat nekat menyeberang tol, Senin (16/2/2026) di ruas Bakauheni-Terbanggi Besar (Bakter), Lampung.

Kejadian itu sempat terekam closed circuit television (CCTV) yang memperlihatkan tiga anak menyeberang Jalan Tol Bakter dengan melompati pembatas jalan.

Namun satu dari tiga anak tersebut terjatuh di tengah jalan, bersamaan dengan itu datang sebuah mobil sehingga kecelakaan tidak terelakkan.

Baca juga: Uji Coba Pendaratan Dua Pesawat Tempur di Tol Lampung, KSAU: Sudah Dikoordinasikan Setahun Lalu

Naas anak yang tertabrak mobil tersebut tidak tertolong alias meninggal dunia. Peristiwa ini mendapat perhatian serius dari pihak pengelola tol, PT BTB. 

"Kami berharap fasilitas JPO yang telah kami sediakan dapat dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat. Ini adalah langkah preventif untuk menghindari kejadian serupa di masa depan," ujar Wayan, Selasa (17/2/2026).

Wayan kembali mengingatkan bahwa jalan tol dirancang khusus untuk kendaraan yang melaju dalam kecepatan tinggi, dan bukan untuk pejalan kaki.

Oleh karena itu, aktivitas seperti menyeberang di jalan tol sangat berisiko tinggi bagi keselamatan.

"Kami sekali lagi mengimbau kepada masyarakat untuk mematuhi aturan dan menggunakan fasilitas yang ada dengan bijak. Mari bersama-sama menjaga keselamatan di jalan tol," ucapnya.

Pengelola tol berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya keselamatan di jalan tol, dan terus berupaya mencegah kecelakaan serupa di masa mendatang.

Pengelola Turut Berduka

Direktur PT BTB I Wayan Mandia menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga korban kecelakaan maut di jalan tol

"Kami ingin menyampaikan rasa duka yang mendalam atas kejadian ini. Peristiwa ini menjadi duka bagi kami semua, dan kami merasakan kehilangan yang besar. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan," ujar Wayan, Selasa (17/2/2026).

Wayan menjelaskan, pihaknya bergerak cepat begitu menerima informasi kecelakaan yang mengakibatkan seorang anak meninggal dunia.

Anak tersebut meninggal tertabrak mobil saat nekat menyeberang tol dengan melompati pembatas jalan. Atas kejadian itu, petugas tol segera menuju lokasi kejadian.

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved