Mudik Lebaran

Mudik Lebaran 2026, Pertamina Siagakan 96 SPBU di Lampung Gerbang Utama Sumatera

Langkah ini diambil guna mengantisipasi prediksi lonjakan konsumsi BBM jenis Gasoline (bensin) sebesar 36 persen di wilayah Lampung.

Tayang:
Tribunlampung.co.id/Hurri Agusto
SPBU - Suasana kendaraan mengisi BBM di SPBU di Bandar Lampung. PT Pertamina menyiagakan 96 SPBU Siaga, 7 unit Motoris, dan 7 unit Mobile Storage guna mengantisipasi prediksi lonjakan konsumsi BBM jenis Gasoline (bensin) sebesar 36 persen di wilayah Lampung selama arus mudik Lebaran 2026.  
Ringkasan Berita:
  • Sebanyak 96 SPBU disiagakan Pertamina untuk mengawal kelancaran mudik Lebaran 2026.
  • Juga menyediakan tujuh unit Motoris dan tujuh unit Mobil Storage.
  • Langkah itu untuk mengantisipasi prediksi lonjakan konsumsi BBM jenis Gasoline (bensin) sebesar 36 persen di wilayah Lampung.

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - PT Pertamina menyiagakan 96 SPBU Siaga untuk mengawal kelancaran arus mudik Lebaran 2026. Juga menyediakan tujuh unit Motoris, dan tujuh unit Mobile Storage.

Langkah ini diambil guna mengantisipasi prediksi lonjakan konsumsi BBM jenis Gasoline (bensin) sebesar 36 persen di wilayah Lampung yang menjadi gerbang utama Pulau Sumatera.

Satgas Ramadan dan Idul Fitri (RAFI) 2026 dijadwalkan mulai bertugas secara intensif pada 5 Maret 2026 hingga 5 April 2026. 

Fokus utama Satgas ini adalah menjamin ketersediaan BBM dan LPG di sepanjang jalur mudik, termasuk Jalur Lintas Tengah (32 SPBU), Lintas Timur (27 SPBU), Lintas Barat (24 SPBU), dan Jalur Tol Trans Sumatera (11 SPBU).

Berdasarkan dokumen persiapan Satgas RAFI, kenaikan konsumsi bensin diperkirakan mencapai 36 persen, berbanding terbalik dengan tren konsumsi BBM jenis Gasoil (Solar). 

Baca juga: Modifikasi Cuaca Jadi Opsi Menteri Perhubungan Memperlancar Mudik Lebaran 2026

Permintaan Solar justru diprediksi mengalami penurunan sebesar 16 persen, yang dipicu oleh adanya pembatasan operasional kendaraan angkutan barang selama masa arus mudik dan balik. 

Sementara itu, permintaan LPG subsidi 3 kg diperkirakan naik 11 persen.

Untuk menangani dinamika tersebut, Pertamina menyiagakan layanan 'jemput bola' berupa tujuh unit Motoris untuk mengantarkan BBM ke lokasi kendaraan yang terjebak macet, serta dua unit Kiosk Pertamina di titik-titik yang jauh dari SPBU reguler.

Area Manager Communication, Relation and CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Rusminto Wahyudi menyebut bahwa seluruh operasional ini dijalankan sesuai dengan regulasi yang ditetapkan oleh negara.

"Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel sebagai badan usaha yang ditugaskan menjalankan pendistribusian BBM sesuai dengan kuota serta ketentuan dan regulasi yang telah ditetapkan oleh Pemerintah, guna memastikan penyaluran BBM berjalan optimal, tepat sasaran, dan berkelanjutan. Terkait penetapan kuota BBM, hal tersebut merupakan kewenangan dan kebijakan Pemerintah," ujar Rusminto.

Selain layanan energi, tersedia pula fasilitas Serambi MyPertamina di Dermaga Executive Bakauheni sebagai pusat layanan kesehatan ringan dan area istirahat bagi keluarga pemudik. Pertamina juga menjamin distribusi di wilayah terpencil melalui pilar Layanan Remote Area.

Sebagai penutup, Rusminto mengingatkan masyarakat untuk tidak ragu mencari informasi jika menemui kendala selama perjalanan mudik.

"Jika masyarakat membutuhkan informasi terkait produk dan layanan, dapat menghubungi Pertamina Contact Center," pungkasnya.

(Tribunlampung.co.id/Hurri Agusto)

Sumber: Tribun Lampung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved