Berita Lampung
Dugaan Keracunan Massal, BGN Tutup Sementara Dapur MBG Sumberejo Bandar Lampung
BGN resmi menutup sementara dapur di wilayah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Makan Bergizi Gratis (MBG) Sumberejo, Bandar Lampung
Penulis: Dominius Desmantri Barus | Editor: soni yuntavia
Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung – Badan Gizi Nasional (BGN) resmi menutup sementara dapur di wilayah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Makan Bergizi Gratis (MBG) Sumberejo, Kecamatan Kemiling, menyusul dugaan kasus keracunan yang menimpa ratusan siswa dari tiga sekolah.
Penutupan operasional tersebut dilakukan setelah adanya temuan lapangan dan laporan Koordinator Regional Provinsi Lampung. Namun, hasil temuan detail tidak dicantumkan secara tertulis dalam surat pemberitahuan kepada pemerintah daerah.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung, Muhtadi Arsyad Temenggung, mengatakan bahwa berdasarkan surat dari BGN, operasional dapur SPPG dihentikan sementara hingga dilakukan tindakan sterilisasi dan renovasi pada fasilitas dapur MBG.
“Temuannya tidak disebutkan, hanya disebutkan berdasarkan temuan lapangan dan laporan Koordinator Regional Provinsi Lampung, SPPG tersebut dihentikan operasionalnya,” ujarnya.
Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung telah melakukan inspeksi langsung ke lokasi dapur MBG di Sumberejo. Dari hasil peninjauan, ditemukan sejumlah aspek yang perlu diperbaiki.
Muhtadi menjelaskan, lantai di ruang penyajian makanan dalam kondisi kotor dan tidak disikat secara rutin. Selain itu, penggunaan alas kaki di dalam ruang penyajian juga dinilai tidak memenuhi standar kebersihan.
Tak hanya itu, akses ruang penyajian makanan disebut tidak memiliki sekat pembatas dengan ruang lain, sehingga aroma dan potensi kontaminasi dapat menyebar.
“Harusnya ada sekat antara ruang penyajian dengan ruang lainnya agar lebih steril. Kami berharap SPPG di Sumberejo dapat menjalankan standar operasional prosedur (SOP) yang telah ditetapkan,” tegasnya.
Sementara itu, pihak Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Bandar Lampung menyatakan hasil uji laboratorium terhadap sampel makanan MBG yang diduga menyebabkan keracunan belum keluar.
Perwakilan BPOM yang enggan disebutkan namanya menjelaskan bahwa sampel makanan dikirim pada Sabtu (14/2/2026). Berdasarkan standar operasional prosedur (SOP), hasil pemeriksaan biasanya keluar dalam waktu tujuh hari kerja.
“Kalau menurut SPO kami, berarti hasil laboratorium dari sampelnya akan keluar Selasa (24/2) atau Rabu (25/2) depan,” ujarnya, Kamis (19/2/2026).
BPOM menegaskan bahwa pihaknya hanya bertugas memeriksa kandungan pada sampel makanan yang dikirimkan. Adapun hasil pemeriksaan akan disampaikan kepada Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung untuk diumumkan lebih lanjut.
Terkait penutupan dapur, BPOM menyebut hal tersebut bukan kewenangan mereka, melainkan menjadi ranah Dinas Kesehatan dan pemerintah daerah.
Kasus dugaan keracunan massal ini terjadi pada Rabu (13/2/2026) setelah para siswa mengonsumsi paket makanan dari Program MBG.
Tiga sekolah yang terdampak yakni:
| Berawal dari Kecurigaan Petugas Saat Patroli, Praktik BBM Ilegal di Metro Terbongkar |
|
|---|
| 3 Hari Pacaran, AF Nekat Berbuat Asusila Terhadap Remaja 14 Tahun, Pemicunya Film |
|
|---|
| Modus Kakek di Lampung Tengah Rudapaksa Bocah 7 Tahun, Dilakukan di Kandang Kambing |
|
|---|
| Penyebab Truk Tangki Terguling di Bandar Lampung, Sopir Ngaku Sudah Ngerem |
|
|---|
| Viper Bar & Resto Komitmen Serap Tenaga Kerja Lokal dan Dorong Ekonomi Lampung |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/kadiskes-soal-penutupan-SPPG-di-Kemiling.jpg)