Berita Lampung
Kualitas Beras Turun akibat Banjir dan Puting Beliung di Lampung
Bencana banjir dan angin puting beliung yang melanda sejumlah wilayah di Lampung berdampak langsung pada produksi padi
Penulis: Riyo Pratama | Editor: soni yuntavia
Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung – Bencana banjir dan angin puting beliung yang melanda sejumlah wilayah di Lampung beberapa waktu terakhir berdampak langsung pada sektor pertanian, khususnya produksi padi.
Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Persatuan Pengusaha Penggilingan Padi dan Beras Indonesia (Perpadi) Provinsi Lampung, Midi Iswanto, mengungkapkan bahwa bencana hidrometeorologi tersebut menyebabkan kerusakan pada sejumlah lahan persawahan.
Menurutnya, genangan air dan terpaan angin kencang membuat banyak tanaman padi roboh bahkan rontok sebelum memasuki masa panen. Kondisi ini menyebabkan kerugian cukup besar di tingkat petani.
“Pasti ada pengaruhnya dan ada keluhannya. Bagi petani tentu sangat merugikan, karena banyak padi yang tertinggal di sawah akibat kondisi tersebut,” ujar Midi saat dikonfirmasi, Minggu (22/2/2026).
Tidak hanya petani, pelaku usaha penggilingan padi juga turut merasakan dampaknya. Penurunan kualitas gabah berimbas pada rendemen hasil giling yang ikut menurun, sehingga kualitas beras yang dihasilkan pun mengalami penurunan.
“Pengaruhnya pada rendemen hasil giling dan kualitas beras. Dengan kondisi seperti ini memang ada penurunan,” jelasnya.
Meski demikian, Midi memastikan bahwa kondisi tersebut belum berdampak signifikan terhadap harga jual gabah maupun beras di pasaran. Harga masih dapat dipertahankan sesuai dengan Harga Eceran Ditetapkan (HED) dan Harga Dasar Pembelian (HDP) yang berlaku.
“Walaupun kualitas dan rendemen berkurang, tetapi harga masih bisa diselamatkan. Masih sesuai dengan HED dan harga dasar yang ditetapkan,” tambahnya.
Diketahui, banjir dan puting beliung sempat melanda sejumlah daerah di Lampung, di antaranya Kabupaten Lampung Selatan, Kota Metro, serta Kabupaten Pringsewu.
| Distribusi Bulog Tersendat, Disperindag Pesawaran Catat Harga MinyaKita Tembus Rp20 Ribu |
|
|---|
| Pemkab Lamteng Janji Alokasikan Rp200 Juta dari APBD Perubahan untuk Perbaikan Jalan di Mujirahayu |
|
|---|
| Pencuri Kabel PLN yang Tertangkap di Lampung Selatan Pernah Beraksi di Pringsewu |
|
|---|
| Perkuat Pencegahan TPPO, Desa Terbanggi Besar Didorong Jadi Filter Migrasi Aman Warga |
|
|---|
| Modus Bajuk Rayu dan Ancaman, Pelaku Lakukan Asusila ke Bocah di Lampung Tengah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/Tanaman-padi-milik-petani-di-Suoh-Lampung-Barat-yang-gagal-panen.jpg)