Berita Lampung

KONI Lampung Bentuk Tim Khusus untuk Pulihkan Performa Atlet

Pembentukan tim ini diharapkan menjadi solusi cepat bagi kendala fisik yang dialami para patriot olahraga Sai Bumi Ruwa Jurai.

Tayang:
Penulis: Hurri Agusto | Editor: Daniel Tri Hardanto
Tribunlampung.co.id/Dok KONI Lampung
TIM KHUSUS - Wakil Ketua Umum II KONI Lampung Riagus Ria (kiri) saat menyerahkan SK tim khusus pemantauan atlet di bawah naungan KONI Lampung. 

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Lampung membentuk tim khusus guna menunjang pemulihan performa atlet

Langkah ini diambil guna menghadapi gelaran Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 mendatang.

Tim tersebut dibentuk dengan fokus utama menangani masalah kesehatan fiksik dan gizi atlet selama menjalani program pembinaan provinsi (pelatprov). 

Pembentukan tim ini diharapkan menjadi solusi cepat bagi kendala fisik yang dialami para patriot olahraga Sai Bumi Ruwa Jurai.

Ketua Umum KONI Lampung Taufik Hidayat menjelaskan bahwa kehadiran tim medis ini bertujuan untuk memberikan pertolongan pertama yang profesional bagi atlet yang mengalami kendala kesehatan di lapangan.

"Tentunya cedera atlet prestasi bisa langsung ditangani oleh tim kesehatan. Tim selain memantau kesehatan atlet, yang disebabkan oleh cedera, juga akan memantau masalah doping dan gizi," kata Taufik Hidayat, Rabu (25/2/2026).

Taufik berharap dengan dibentuknya tim tersebut, masalah-masalah medis yang menghambat latihan atlet dapat segera ditanggulangi sebelum masuk ke tahap yang lebih serius atau kronis.

"Berharap dengan dibentuknya tim tersebut mampu menanggulangi masalah cedera dan sakit para atlet, sebelum mendapatkan perawatan lanjutan bilang memang tidak bisa ditangani oleh tim kesehatan KONI," lanjut Taufik.

Secara struktural, tim ini diketuai oleh dr Imam Ghozali.

Dengan komposisi melibatkan total 16 personel ahli yang kompeten di bidangnya masing-masing.

Personel tersebut terdiri dari 5 orang dokter yang mencakup ahli gizi, dokter spesialis cedera, hingga dokter umum. 

Keberadaan para ahli ini diharapkan mampu memberikan diagnosis yang akurat bagi kebutuhan atlet.

Tim penunjang ini dibagi ke dalam beberapa divisi spesifik, mulai dari bidang kesehatan fisik, bidang kesehatan mental, bidang gizi, hingga bidang doping. 

Selain itu, terdapat bidang maseur dan fisiotrafi serta tim penghubung.

Taufik melanjutkan, personel yang dilibatkan tidak hanya berasal dari internal pengurus dan staf KONI

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved