Berita Lampung
Polda Lampung Diminta Evaluasi Total Sistem Pengamanan Rutan
Peristiwa kaburnya delapan tahanan dari rutan Polres Way Kanan memicu sorotan serius terhadap sistem pengamanan internal kepolisian.
Penulis: Bayu Saputra | Editor: soni yuntavia
Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung – Peristiwa kaburnya delapan tahanan dari rutan Polres Way Kanan memicu sorotan serius terhadap sistem pengamanan internal kepolisian.
Meski satu per satu tahanan mulai berhasil ditangkap kembali, evaluasi menyeluruh dinilai menjadi langkah paling mendesak untuk mencegah kejadian serupa terulang.
Terbaru, tim gabungan Jatanras Polda Lampung bersama Polres Way Kanan kembali menangkap satu tahanan bernama Darno pada Kamis (26/2/2026) malam di wilayah Way Kanan.
Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Yuni Iswandari Yuyun, membenarkan penangkapan tersebut.
“Alhamdulillah satu lagi pelaku telah tertangkap. Tim menangkapnya di Way Kanan juga,” ujarnya, Jumat (27/2/2026).
Dari delapan tahanan yang kabur, empat orang telah diamankan yakni Hermawansyah, Surmanto, Sairul, dan Darno.
Sementara empat lainnya masih dalam pengejaran.
Diketahui, para tahanan kabur melalui plafon rutan pada Minggu (22/2/2026) pagi. Dugaan sementara, aksi tersebut tidak dilakukan sendiri.
Seorang penjaga kantin di lingkungan Polres Way Kanan turut diamankan karena diduga membantu dengan menyiapkan gergaji besi yang digunakan untuk memotong bagian plafon.
Keterlibatan pihak internal inilah yang menjadi perhatian publik. Pengawasan terhadap akses barang masuk ke ruang tahanan dipertanyakan, termasuk sistem kontrol operasional di sekitar rutan.
Sorotan tajam datang dari akademisi Fakultas Hukum Universitas Lampung (FH Unila), Budi Rizki Husin.
Ia menilai, kejadian ini tidak cukup diselesaikan hanya dengan menangkap kembali para tahanan, tetapi harus diikuti evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengamanan.
“Pasca kejadian kaburnya para tahanan tersebut, yang jelas kepolisian harus meningkatkan keamanan,” ujarnya.
Menurutnya, evaluasi harus mencakup penguatan pengawasan fisik ruang tahanan, penambahan dan optimalisasi CCTV di titik strategis dan peningkatan kualitas dan integritas SDM
Evaluasi juga mencakup pengetatan pemeriksaan barang keluar-masuk serta evaluasi operasional kantin di lingkungan tahanan
Ia juga menyoroti persoalan overkapasitas yang dinilai sangat berisiko.
“Sangat riskan dengan penjara yang over kapasitas hingga memungkinkan masuknya barang dari luar yang dilarang. Itu suatu kesalahan,” tegasnya.
Overkapasitas, menurutnya, membuka celah lemahnya kontrol dan potensi penyelundupan barang berbahaya ke dalam sel.
( Tribunlampung.co.id / Bayu Saputra )
| El Nino Godzilla Ancam Lampung, Kemarau Diprediksi Lebih Panjang dan Kering |
|
|---|
| Pemprov Lampung Perbaiki Jalan Kasui-Air Ringkih, Akses Masyarakat 2 Provinsi Makin Mudah |
|
|---|
| Hari Ketiga, Pencarian Riza Kurniawan Diperluas hingga Way Gatel Gadingrejo |
|
|---|
| Gubernur Mirza: Saya Paham Warga Jengkel hingga Sakit Pinggang karena Jalan Rusak |
|
|---|
| Ekskul Tari SD Al Azhar 2 Balam Tak Cuma Berprestasi, Juga Buat Anak Lebih Percaya Diri |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/kabid-humas-Polda-Lampung-soal-tahanan-kabur-Polres-Way-Kanan.jpg)