Berita Lampung

Koperasi Merah Putih Jagabaya Bandar Lampung Bantu Masyarakat Kecil

Sejak beroperasi pada September 2025, koperasi ini perlahan menjadi tempat warga mencari kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Riyo Pratama | Editor: Daniel Tri Hardanto
Tribunlampung.co.id/Riyo Pratama
KOPERASI MERAH PUTIH - Koperasi Kelurahan Merah Putih di Jagabaya, Way Halim, Bandar Lampung menyediakan sembako dengan harga lebih terjangkau, Jumat (27/2/2026). 

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Di sebuah sudut Kelurahan Jagabaya, Kecamatan Way Halim, Bandar Lampung, berdiri Koperasi Merah Putih yang masih terbilang belia.

Usianya baru hitungan lima bulan.

Sejak beroperasi pada September 2025, koperasi ini perlahan menjadi tempat warga mencari kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau.

Di balik aktivitasnya yang sederhana, tersimpan harapan besar: membantu masyarakat kecil mendapatkan bahan pokok murah sekaligus menjadi pusat distribusi kebutuhan warga.

Sudah lebih dari 2.000 desa/kelurahan di Lampung telah mendirikan Koperasi Merah Putih.

Namun, baru 27 koperasi yang sudah memiliki gedung sendiri.

Salah tujuan pendirian Koperasi Merah Putih adalah untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG), yakni dengan menyalurkan bahan bakunya.

Dengan begitu, diharapkan perekonomian di desa/kelurahan mendapatkan imbas yang positif. 

Sution, pengelola Koperasi Merah Putih Jagabaya, menceritakan bahwa Koperasi Merah Putih awalnya berangkat dari penyaluran beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).

“Kalau aktivitas Koperasi Merah Putih ini mulai berjalan dari bulan September 2025. Awalnya kami fokus dari beras SPHP yang memang ditujukan untuk masyarakat menengah ke bawah,” ujarnya saat ditemui, Jumat (27/2/2026).

Selain beras SPHP, koperasi tersebut juga mulai menyediakan kebutuhan lain seperti minyak goreng hingga air mineral.

Air mineral tersebut bahkan bisa dipesan warga dengan sistem pembayaran yang lebih fleksibel. Sebagian bisa dibayar di awal, dan sisanya setelah kegiatan selesai.

Bagi warga sekitar, koperasi ini dikenal sebagai tempat belanja yang lebih murah dibandingkan toko biasa.

Sution menyebut, harga beras SPHP di pasaran bisa mencapai Rp 62 ribu per sak, namun koperasi berupaya menekan harga agar tetap terjangkau.

“Kita berusaha supaya masyarakat bisa belanja lebih murah. Kalau di pasaran bisa sampai Rp 62 ribu, kami usahakan di bawah Rp 60 ribu untuk pengecer,” katanya.

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved