Berita Lampung

Harga Bawang dan Cabai Turun di Petengahan Ramadan, Dipicu Pasokan Melimpah

Pedagang Titin mengatakan, harga bawang merah dan putih saat ini cenderung mengalami penurunan harga dibandingkan pekan sebelumnya.

Tribunlampung.co.id/Dominius Desmantri Barus
HARGA TURUN - Titin, pedagang di Pasar Pasir Gintung, Jumat (6/3/2026). Harga bawang dan cabai, di Pasar Pasir Gintung Kota Bandar Lampung mengalami penurunan pada pertengahan bulan suci Ramadan, Jumat (6/3/2026). 

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Harga sejumlah kebutuhan pokok, khususnya bawang dan cabai, di Pasar Pasir Gintung Kota Bandar Lampung mengalami penurunan pada pertengahan bulan suci Ramadan, Jumat (6/3/2026).

Salah satu pedagang bawang Titin mengatakan, harga bawang merah dan putih saat ini cenderung mengalami penurunan harga dibandingkan pekan sebelumnya.

Untuk bawang merah, harga eceran saat ini berada di kisaran Rp 30 ribu per kilogram.

Harga tersebut turun dari sebelumnya yang sempat berada di angka Rp 35 ribu per kilogram.

Baca Juga Wagub Jihan Pantau Harga dan Stok Bahan Pokok di Pasar Kangkung, Pastikan Aman

"Kalau bawang merah sekarang ecer sekitar Rp 30 ribu per kilo, sebelumnya bisa Rp 35 ribu," ujarnya, saat diwawancarai di lapaknya, di Pasar Pasir Gintung, Jumat (6/3/2026).

Sementara untuk pembelian dalam jumlah besar atau partai, bawang merah dijual sekitar Rp 26 ribu hingga Rp 28 ribu per kilogram.

Adapun bawang putih saat ini dijual dengan harga sekitar Rp 35 ribu per kilogram di tingkat pedagang pasar.

"Bawang putih juga turun biasanya Rp 40 ribu. Sekarang sekitar Rp 35 ribu," ujarnya.

"Kalau jumlah besar atau partai Rp 30 ribu perkilogramnya. Dari biasanya Rp 35 perkilogramnya," sambungnya.

Menurut Titin, tren penurunan harga bawang sudah terjadi dalam sepekan terakhir.

Kondisi ini dipicu oleh melimpahnya pasokan yang masuk ke Bandar Lampung dari berbagai daerah.

Ia menyebut bawang merah yang ia dijual berasal dari wilayah Padang, Sumatera.

Sementara bawang putih dipasok dari Jakarta.

"Barang sekarang banyak yang masuk dari Jawa dan Padang, jadi harganya turun," jelasnya.

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved