Berita Lampung

Dua Warga Tewas, Banjir Terjang 38 Titik di Bandar Lampung

Banjir yang melanda wilayah Lampung pada Minggu (8/3/2026) menyebabkan dua warga meninggal dunia di Kota Bandar Lampung.

Penulis: Bayu Saputra | Editor: soni yuntavia
Dokumentasi/Dominius Desmantri Barus
BANJIR SUSULAN - Banjir di Bandar Lampung pada Jumat (6/3/2026). BPBD Lampung mencatat sedikitnya terdapat 38 titik banjir yang tersebar di berbagai wilayah Kota Bandar Lampung. 

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Banjir yang melanda wilayah Lampung pada Minggu (8/3/2026) menyebabkan dua warga meninggal dunia di Kota Bandar Lampung. Kota ini menjadi wilayah dengan dampak paling parah akibat banjir yang terjadi di sejumlah daerah.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lampung mencatat sedikitnya terdapat 38 titik banjir yang tersebar di berbagai wilayah Kota Bandar Lampung.

Humas BPBD Lampung, Wahyu Hidayat mengatakan dua korban meninggal dunia diduga akibat terseret arus banjir.

"Ada dua korban yang meninggal dunia diduga akibat banjir yang menerjang Bandar Lampung," kata Wahyu, Minggu (8/3/2026).

Salah satu korban diketahui berinisial Sa (10), seorang anak yang terseret arus banjir di wilayah Rajabasa. Sementara satu korban lainnya merupakan orang dewasa yang ditemukan meninggal dunia di Jalan Dr Harun II.

Selain di Bandar Lampung, banjir juga merendam sejumlah wilayah di Kabupaten Lampung Selatan.

Di Kecamatan Jati Agung, tercatat sebanyak 1.885 jiwa dari 665 kepala keluarga (KK) terdampak banjir yang tersebar di tujuh desa, yakni Gedung Harapan, Marga Agung, Margo Lestari, Karang Sari, Way Hui, Jati Mulyo, dan Fajar Baru.

Kemudian di Kecamatan Tanjung Sari, banjir terjadi setelah tanggul milik Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) jebol di Desa Kertosari. Peristiwa ini menyebabkan 38 kepala keluarga terdampak, meski tidak menimbulkan korban jiwa.

Banjir juga melanda Kecamatan Tanjung Bintang dengan 93 kepala keluarga terdampak di tiga desa, yakni Lematang, Way Galih, dan Sabah Balau.

Sementara di Kecamatan Natar, banjir merendam Desa Hajimena dan Sidosari dengan total 143 kepala keluarga terdampak.

BPBD Lampung masih melakukan pendataan serta pemantauan di sejumlah wilayah terdampak banjir.

(Tribunlampung.co.id/Bayu Saputra)

 

Sumber: Tribun Lampung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved