Berita Lampung

Ayam Broiler Jadi Tulang Punggung Peternakan di Pesawaran

Komoditas ayam ras pedaging atau broiler menjadi penopang utama sektor peternakan di Kabupaten Pesawaran. 

Penulis: Oky Indra Jaya | Editor: taryono
Tribunlampung.co.id
AYAM BROILER - Ayam Broiler Jadi Tulang Punggung Peternakan di Pesawaran. 

Ringkasan Berita:
  • Ayam ras pedaging atau broiler menjadi penopang utama sektor peternakan di Kabupaten Pesawaran.
  • Produksi ayam broiler lebih dominan dibandingkan komoditas ternak lainnya.
  • Sapi dan kambing termasuk ternak lain, namun produksinya kalah dibanding broiler.

Tribunlampung.co.id, Pesawaran - Komoditas ayam ras pedaging atau broiler menjadi penopang utama sektor peternakan di Kabupaten Pesawaran

Produksi unggas tersebut dinilai paling dominan dibandingkan komoditas ternak lainnya seperti sapi dan kambing.

Kepala Dinas Peternakan dan Perkebunan Kabupaten Pesawaran Arief Budiman mengatakan dominasi ayam broiler tidak terlepas dari siklus produksinya yang relatif cepat serta dukungan sistem kemitraan dengan perusahaan integrator.

“Komoditas ayam ras pedaging menjadi tulang punggung ekonomi peternakan di Pesawaran karena siklus produksinya cepat dan banyak peternak yang menjalankan usaha melalui sistem kemitraan,” kata Arief kepada Tribun Lampung, Rabu (11/3/2026).

Menurutnya, dalam satu siklus pemeliharaan, ayam broiler dapat dipanen dalam waktu sekitar 30 hingga 35 hari. 

Hal tersebut membuat perputaran produksi dan pendapatan peternak menjadi lebih cepat dibandingkan ternak besar seperti sapi.

“Dalam waktu sekitar satu bulan ayam sudah bisa dipanen, sehingga perputaran usaha lebih cepat dibandingkan ternak besar,” ujarnya.

Arief menjelaskan, populasi ayam ras pedaging di Kabupaten Pesawaran juga jauh lebih besar dibandingkan komoditas ternak lainnya. 

Berdasarkan data dinas, pada 2022 jumlah ayam ras pedaging mencapai 3.110.537 ekor.

Sementara pada 2025 jumlahnya meningkat menjadi sekitar 3.246.934 ekor.

Menurut Arief, tingginya populasi ayam broiler tidak lepas dari peran perusahaan integrator yang menyediakan bibit, pakan, serta pendampingan teknis kepada peternak melalui pola kemitraan.

“Perusahaan biasanya menyediakan DOC, pakan, obat-obatan, hingga pendampingan teknis. Peternak menyediakan kandang dan tenaga kerja,” jelasnya.

Ia menambahkan, pola kemitraan tersebut membantu peternak dalam mengurangi risiko usaha sekaligus memastikan adanya kepastian pasar saat panen.

“Dengan kemitraan, peternak lebih terbantu dari sisi permodalan dan pemasaran, sehingga usaha peternakan ayam broiler bisa berkembang lebih cepat,” katanya.

Meski demikian, pemerintah daerah tetap mendorong pengembangan komoditas ternak lain seperti sapi dan kambing untuk menjaga keseimbangan produksi daging serta memperkuat ketahanan pangan daerah.

(Tribunlampung.co.id/ Oky Indrajaya)

 

Sumber: Tribun Lampung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved