Berita Lampung
Konflik Timur Tengah Memanas, Pengamat Soroti Ketahanan BBM Indonesia
Salah satu titik paling strategis adalah Selat Hormuz yang menjadi jalur utama sekitar 20 persen distribusi minyak dunia.
Penulis: Riyo Pratama | Editor: Daniel Tri Hardanto
Meski demikian, Suhendar mengingatkan bahwa stabilitas harga BBM juga memiliki konsekuensi fiskal yang tidak kecil.
Setiap kenaikan harga minyak dunia akan meningkatkan beban subsidi negara, bahkan berpotensi memperlebar defisit anggaran.
“Risiko inflasi tetap ada. Jika tidak diantisipasi dengan baik, tekanan ini bisa mengganggu pertumbuhan ekonomi nasional,” katanya.
Ia menilai pemerintah perlu memperkuat strategi jangka panjang, salah satunya melalui diversifikasi sumber energi dan reformasi subsidi agar lebih tepat sasaran.
Selain itu, percepatan transisi energi menuju energi terbarukan juga dinilai penting agar Indonesia tidak terlalu bergantung pada energi fosil yang rentan terhadap konflik geopolitik.
Menurutnya, langkah pemerintah yang masih mampu menjaga stabilitas harga BBM di tengah banyaknya negara yang telah menaikkan harga energi merupakan capaian yang patut diapresiasi.
Namun kewaspadaan tetap diperlukan karena situasi global masih sangat dinamis dan dapat berubah dengan cepat.
(Tribunlampung.co.id/Riyo Pratama)
| Penyebab Banyak Bus AKAP Enggan Masuk Rajabasa, DPR: Tutup Terminal Bayangan! |
|
|---|
| Temuan Wabup Pringsewu Saat Sidak, Puluhan Ribu Bangkai Kelelawar Picu Bau Busuk |
|
|---|
| Momen Humanis Anggota DPR Bambang Haryo, Ganti Ongkos Penumpang Tanpa Tiket |
|
|---|
| Pemicu Kebakaran Bedengan di Bandar Lampung, Kerugian Diperkirakan Rp8 Juta |
|
|---|
| Pondok Pesantren di Lampung Selatan Terbakar Hebat, Kerugian Capai Rp50 Juta |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/Akademisi-UIN-Raden-Intan-Lampung-Suhendar-55.jpg)