Berita Lampung

Konflik Timur Tengah Memanas, Pengamat Soroti Ketahanan BBM Indonesia

Salah satu titik paling strategis adalah Selat Hormuz yang menjadi jalur utama sekitar 20 persen distribusi minyak dunia.

Penulis: Riyo Pratama | Editor: Daniel Tri Hardanto
Tribunlampung.co.id/Dok Suhendar
STABILITAS HARGA BBM - Pengamat ekonomi dan keuangan UIN Raden Intan Lampung, Suhendar, mengatakan konflik yang terjadi di kawasan Timur Tengah tidak hanya berdampak pada aspek politik dan keamanan, tetapi juga langsung memengaruhi sektor energi dunia. 

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung – Ketegangan geopolitik yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel dinilai mulai berdampak langsung terhadap stabilitas energi global.

Di tengah situasi tersebut, Indonesia justru dinilai masih mampu menahan gejolak harga BBM.

Melihat itu, pengamat ekonomi dan keuangan dari UIN Raden Intan Lampung, Suhendar, mengatakan konflik yang terjadi di kawasan Timur Tengah tidak hanya berdampak pada aspek politik dan keamanan, tetapi juga langsung memengaruhi sektor energi dunia.

Menurutnya, serangan terhadap fasilitas energi dan terganggunya jalur distribusi minyak global membuat pasar energi bereaksi cepat. 

Salah satu titik paling strategis adalah Selat Hormuz yang menjadi jalur utama sekitar 20 persen distribusi minyak dunia.

“Ketika jalur ini terganggu, dampaknya tidak hanya dirasakan negara produsen, tetapi juga negara-negara importir energi di seluruh dunia,” kata Suhendra, Jumat (27/3/2026). 

Ia menambahkan, sejumlah negara mulai mengambil langkah penyesuaian. 

"Negara seperti Inggris dan Jerman menghadapi tekanan inflasi yang signifikan, bahkan negara di Asia seperti Sri Lanka melakukan pembatasan konsumsi bahan bakar sebagai respons terhadap krisis pasokan energi," ujaranya. 

Sementara itu, China mulai membatasi ekspor bahan bakar untuk menjaga kebutuhan domestik.

Sedangkan Jepang mulai menyesuaikan kebijakan energinya akibat tekanan harga global.

Namun di tengah tekanan global tersebut, Suhendar menilai Indonesia justru menunjukkan ketahanan yang patut diapresiasi. 

Hingga saat ini pemerintah masih mampu menjaga harga BBM subsidi tetap stabil meskipun harga minyak dunia mengalami lonjakan.

Menurutnya, kebijakan tersebut mencerminkan upaya pemerintah melindungi daya beli masyarakat agar tidak terdampak langsung oleh gejolak global.

Ia menjelaskan, pemerintah melalui Kementerian Keuangan Republik Indonesia masih mengandalkan instrumen subsidi energi untuk meredam tekanan harga global. 

Sementara itu, Bank Indonesia juga dinilai berhasil menjaga stabilitas moneter agar inflasi tetap terkendali.

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved