Kasus Campak di Lampung
Marak Kasus Campak, DPRD Lampung Dorong Dinas Kesehatan Gencarkan Sosialisasi
Anggota Komisi V DPRD Lampung, Andika Wibawa Sepulau Raya, menekankan pentingnya sosialisasi penyakit campak kepada masyarakat.
Penulis: Riyo Pratama | Editor: Kiki Novilia
Ringkasan Berita:
- Anggota Komisi V DPRD Lampung, Andika Wibawa Sepulau Raya, menekankan pentingnya sosialisasi penyakit campak kepada masyarakat.
- Diketahui Dinas Kesehatan Provinsi Lampung mencatat ada sebanyak 591 warga yang berstatus sebagai tersangka (suspek) campak hingga 30 Maret 2026.
- Menurut dia, Dinkes setempat bisa lebih aktif dalam menggelar sosialisasi kepada masyarakat.
Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung – Anggota Komisi V DPRD Lampung, Andika Wibawa Sepulau Raya, menekankan pentingnya sosialisasi penyakit campak kepada masyarakat.
Menurut Andika, meski penyakit campak sudah ada sejak lama, penyebarannya saat ini perlu menjadi perhatian serius. Terlebih jumlah kasus campak di Lampung kini meningkat tajam.
"Dinas Kesehatan harus menggelar sosialisasi tentang campak, penyebabnya harus dijelaskan, misalnya kurangnya kebersihan atau penularan virus, termasuk upaya pencegahan dan antisipasinya harus dimasifkan," ujar Andika, Kamis (2/4/2026).
Diketahui Dinas Kesehatan Provinsi Lampung mencatat ada sebanyak 591 warga yang berstatus sebagai tersangka (suspek) campak hingga 30 Maret 2026.
Jumlah tersebut meningkat drastis ketimbang tahun-tahun sebelumnya.
Baca juga: Komisi V DPRD Lampung Segera Panggil Diskes Bahas Lonjakan Kasus Campak
Karena itu, Andika merasa informasi tentang campak perlu disosialisasikan secara luas agar masyarakat memahami risiko dan cara pencegahannya.
Saat disinggung soal kemungkinan memanggil Dinas Kesehatan terkait kasus campak, anggota DPRD asal Gerindra ini mengatakan akan menyampaikan usulan tersebut kepada Ketua Komisi V dan anggota lainnya.
"Keputusan ini tidak bisa diambil sendiri, tapi akan dibahas dulu di komisi mengingat anggota berasal dari berbagai fraksi. Namun menurut saya, yang paling penting adalah sosialisasi secara berkelanjutan," tandasnya.
(Tribunlampung.co.id/Riyo Pratama)
| Penularan Campak Relatif Cepat, Dokter Ingkatkan Isolasi Mandiri dan Pentingnya Imunisasi |
|
|---|
| RSUDAM Siapkan Ruang Khusus Bagi Pasien Campak, Kondisi Berat Dirawat di PNRE |
|
|---|
| RSUDAM Catat 2 Kasus Kematian Anak Diduga Campak, Keduanya Belum Diimunisasi |
|
|---|
| Didominasi Balita, Anak Usia 1-5 Tahun Paling Rentan Terpapar Campak |
|
|---|
| Kasus Suspek Campak di Lampung Meningkat, RSUDAM Rawat 76 Pasien Sejak Awal 2026 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/DPRD-Lampung-Dorong-Dinas-Kesehatan-Gencarkan-Sosialisasi.jpg)