Kasus Campak di Lampung
Penularan Campak Relatif Cepat, Dokter Ingkatkan Isolasi Mandiri dan Pentingnya Imunisasi
Masyarakat diminta melakukan isolasi mandiri jika mengalami gejala, meskipun tidak seketat penanganan Covid-19.
Penulis: Riyo Pratama | Editor: Reny Fitriani
Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung – Campak merupakan penyakit akibat virus yang memiliki tingkat penularan tinggi dan dapat menyebar dengan cepat di lingkungan masyarakat.
Dokter RSUDAM dr Yuliana menjelaskan, bahwa penularan campak dapat terjadi melalui percikan batuk, kontak langsung, hingga kondisi daya tahan tubuh yang sedang menurun.
“Gejala awal biasanya demam, batuk, pilek, mata merah, bahkan bisa disertai diare,” ujarnya, Sabtu (4/4/2026).
Ia menjelaskan, kondisi akan semakin berat ketika daya tahan tubuh pasien menurun sehingga memicu infeksi bakteri sekunder.
“Bukan hanya virusnya, tapi infeksi lain yang ikut memperparah kondisi pasien,” katanya.
Baca Juga Didominasi Balita, Anak Usia 1-5 Tahun Paling Rentan Terpapar Campak
Untuk itu, masyarakat diminta melakukan isolasi mandiri jika mengalami gejala, meskipun tidak seketat penanganan Covid-19.
Selain itu, ia menekankan bahwa imunisasi menjadi langkah paling efektif dalam mencegah penyebaran campak.
“Kalau terlalu banyak yang tidak imunisasi, akan terjadi gap imunitas. Kekebalan kelompok tidak terbentuk dan penularan jadi semakin luas,” jelasnya.
(Tribunlampung.co.id/Riyo Pratama)
| RSUDAM Siapkan Ruang Khusus Bagi Pasien Campak, Kondisi Berat Dirawat di PNRE |
|
|---|
| RSUDAM Catat 2 Kasus Kematian Anak Diduga Campak, Keduanya Belum Diimunisasi |
|
|---|
| Didominasi Balita, Anak Usia 1-5 Tahun Paling Rentan Terpapar Campak |
|
|---|
| Kasus Suspek Campak di Lampung Meningkat, RSUDAM Rawat 76 Pasien Sejak Awal 2026 |
|
|---|
| Campak Menular dari Percikan Ludah, Dinkes Sarankan Penderita Lakukan Isolasi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/penularan-campak-relatif-cepat-masyarakat-diminta-isolasi-mandiri.jpg)