Kasus Campak di Lampung
Campak Menular dari Percikan Ludah, Dinkes Sarankan Penderita Lakukan Isolasi
Dinkes Provinsi Lampung menegaskan masyarakat yang terpapar campak harus diisolasi untuk mencegah penyebaran penyakit tersebut.
Penulis: Riyo Pratama | Editor: Kiki Novilia
Ringkasan Berita:
- Dinas Kesehatan Provinsi Lampung menegaskan masyarakat yang terpapar campak harus diisolasi untuk mencegah penyebaran penyakit tersebut.
- Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Lampung, Irman Thamrin mengatakan, isolasi penting untuk dilakukan karena penyebarannya tidak pandang usia.
- Adapun Lampung mencatat 591 kasus campak yang tersebar di 15 kabupaten/kota.
Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Dinas Kesehatan Provinsi Lampung menegaskan masyarakat yang terpapar campak harus diisolasi untuk mencegah penyebaran penyakit tersebut.
Hal itu disampaikan Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Lampung, Irman Thamrin saat diwawancarai, Kamis (2/4/2026).
Menurutnya campak bisa menular percikan ludah dan tidak pandang usia. Demi membatasi penularan, isolasi dianggap penting untuk dilakukan.
“Campak menular melalui percikan ludah, sehingga usia bukan menjadi batasan penularan. Untuk itu, isolasi pasien menjadi langkah penting dalam pencegahan,” kata Irman.
Terkait data dia menjelaskan awal tahun 2026, Lampung mencatat 591 kasus campak yang tersebar di 15 kabupaten/kota.
Baca juga: Marak Kasus Campak, DPRD Lampung Dorong Dinas Kesehatan Gencarkan Sosialisasi
Dari jumlah tersebut, 52 kasus telah dikonfirmasi, dengan 8 kabupaten melaporkan data secara lengkap, sementara 7 kabupaten lainnya masih dalam proses pendataan.
Menurut Irman, mayoritas anak yang terkena campak saat ini merupakan generasi yang tidak lengkap imunisasinya pada periode 2021–2023, dampak dari gangguan imunisasi akibat pandemi COVID-19.
“Anak-anak yang belum mendapatkan vaksin lengkap sekarang berisiko lebih tinggi terpapar campak,” tambahnya.
Untuk menanggulangi hal ini, Dinas Kesehatan Lampung menyarankan agar anak-anak melakukan imnuasi hingga vaksin campak.
"Imunisasi itu idealnya usia 9 bulan, 18 bulan, dan siswa kelas 1 SD, dengan target 3 dosis vaksin lengkap, dan vaksin campak," Jelasnya.
Untuk menangani campak menurutnya Pemprov telah melakukan surat edaran sebelumnya dan melibatkan banyak pihak.
Selain itu, masyarakat diimbau untuk melakukan pencegahan percikan ludah dan menjaga kebersihan lingkungan. Anak yang terpapar campak juga dianjurkan diberikan tablet vitamin A sebagai dukungan kesehatan.
Dengan langkah isolasi pasien, imunisasi dan vaksinasi, dan pencegahan dari keluarga, Dinas Kesehatan Lampung berharap penyebaran campak dapat ditekan dan anak-anak kembali terlindungi dari penyakit menular ini.
(Tribunlampung.co.id/Riyo Pratama)
| Penularan Campak Relatif Cepat, Dokter Ingkatkan Isolasi Mandiri dan Pentingnya Imunisasi |
|
|---|
| RSUDAM Siapkan Ruang Khusus Bagi Pasien Campak, Kondisi Berat Dirawat di PNRE |
|
|---|
| RSUDAM Catat 2 Kasus Kematian Anak Diduga Campak, Keduanya Belum Diimunisasi |
|
|---|
| Didominasi Balita, Anak Usia 1-5 Tahun Paling Rentan Terpapar Campak |
|
|---|
| Kasus Suspek Campak di Lampung Meningkat, RSUDAM Rawat 76 Pasien Sejak Awal 2026 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/139-ribu-lebih-anak-di-Bandar-Lampung-dapat-imunisasi-campak-dan-rubela.jpg)