Berita Lampung

Penyebab Warung Makan Pindang di Bandar Lampung Ludes Terbakar

Terungkap penyebab warung makan Pindang Pegagan Nai di dekat Mall Boemi Kedaton alias MBK, Bandar Lampung, ludes terbakar.

Penulis: Bayu Saputra | Editor: Noval Andriansyah
Dokumentasi Damkarmat Bandar Lampung
PADAMKAN API - Petugas Damkarmat Bandar Lampung saat memadamkan api yang melahap rumah makan pindang Pegagan Nai di dekat MBK, Bandar Lampung, Kamis (2/4/2026) siang. Penyebab kebakaran sementara diketahui berasal dari selang tabung gas LPG yang mengalami kebocoran. 

Ringkasan Berita:
  • Warung makan Pindang Pegagan Nai dekat Mall Boemi Kedaton terbakar.
  • Dugaan awal: kebocoran selang gas LPG picu letupan api. Api cepat membesar dan hanguskan seluruh warung.
  • 8 unit damkar dikerahkan oleh Damkarmat Bandar Lampung.
  • Luas warung ±3x6 m, isi termasuk peralatan & uang Rp15 juta ikut terbakar
  • Penyebab pasti masih dalam penyelidikan polisi.

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Terungkap penyebab warung makan Pindang Pegagan Nai di dekat Mall Boemi Kedaton alias MBK, Bandar Lampung, ludes terbakar.

Dugaan sementara, api berasal dari selang tabung gas LPG yang mengalami kebocoran.

Akibatnya, percikan api dari kompor membuat terjadinya letupan dan mengeluarkan api, yang langsung membakar seluruh bagian warung.

Insiden tersebut terjadi pada Kamis (2/4/2026) siang.

Hal tersebut disampaikan Kadis Damkarmat Bandar Lampung, Antoni Irawan.

Baca juga: Warung Makan Pindang Dekat Flyover MBK Terbakar, Uang Tunai Rp 15 Juta Ikut Hangus

Namun demikian, kata Antoni, penyelidikan lebih lanjut terkait penyebab pasti kebakaran warung makan itu, akan dilakukan pihak kepolisian.

"Akibat selang gas LPG tersebut meletup dan mengeluarkan api. Kemudian api membesar dan membakar ke seluruh bagian warung," ujar Antoni, Kamis (2/4/2026).

"Akan tetapi penyelidikan lebih lanjut akan ditangani oleh pihak yang berwajib," sambung Antoni. 

Di sisi lain, Antoni menyebut, pihaknya langsung terjun ke TKP seusai mendapat laporan.

"Kami terima laporan dari pukul 13.04 WIB dan alhamdulillah petugas berhasil memadamkan api pada pukul 13:55 WIB," kata Antoni.

Damkarmat Bandar Lampung menerjunkan 8 unit mobil damkar untuk memadamkan api yang sempat membuat heboh warga di sekitarnya.

"Jadi warung makam seluas 3x6 meter yang terbakar di dalamnya ikut terbakar yakni TV, kulkas, freezer, kompor, etalase, meja dan kursi warung," paparnya.

Kemudian peralatan dapur juga dilahap api beserta uang tunai sebesar Rp15 juta. 

Pemilik kios warung tersebut yakni Edyawaty seorang notaris dengan penyewa Yabani.

Personel yang bertugas sebanyak 22 personel dengan awalnya hanya menggunakan apar. 

Namun api membesar dan tidak mampu dipadamkan dengan apar tersebut.

(Tribunlampung.co.id/Bayu Saputra)

Sumber: Tribun Lampung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved