Berita Lampung
Penyebab MinyaKita Langka di Pasaran di Lampung, Harga Ecer Tembus Rp21 Ribu
Pedagang di Pasar Pasir Gintung menduga stok Minyakita mulai langka sejak di tingkat distributor. Dampaknya harga melonjak hingga Rp21 ribu per liter.
Penulis: Dominius Desmantri Barus | Editor: Noval Andriansyah
Ringkasan Berita:
- Minyakita langka di Pasar Pasir Gintung. Harga tembus Rp21 ribu/liter, di atas HET Rp15.700.
- Pedagang sebut pasokan seret dari distributor. Stok sulit, pembelian makin terbatas.
- Dikhawatirkan berdampak ke konsumen dan pelaku usaha.
Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Kelangkaan Minyakita mulai dirasakan pedagang di Pasar Pasir Gintung, Tanjung Karang, Kota Bandar Lampung.
Para pedagang menduga masalah terjadi sejak di tingkat distributor, sehingga pasokan ke pasar ikut tersendat.
Dampaknya langsung terasa di lapak-lapak sembako. Selain stok makin sulit didapat, harga Minyakita juga ikut merangkak naik.
Pada Minggu (26/4/2026), harga minyak goreng kemasan sederhana itu sudah dijual sekitar Rp21 ribu per liter di pasar tersebut.
Angka itu jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.
Baca juga: Harga MinyaKita di Bandar Lampung Naik Jadi Rp 21 Ribu per Liter, Stok Langka
Dalam aturan resmi Permendag Nomor 43 Tahun 2025, yang sebelumnya mengacu pada Kepmendag Nomor 1028 Tahun 2024, HET Minyakita dipatok Rp15.700 per liter.
Pedagang sembako di Pasar Pasir Gintung, Handika Dwi Saputra (22), mengatakan kenaikan harga sebenarnya sudah mulai terasa sejak sebelum Lebaran 2026.
“Sudah naik dari sebelum lebaran sampai sekarang. Sekarang harga perkartonnya Rp245 ribu, sebelumnya Rp235 ribu. Naik Rp10 ribu,” ujarnya, Minggu.
Menurut Handika, satu karton Minyakita berisi 12 kemasan ukuran satu liter.
Karena harga dari distributor naik, pedagang akhirnya menjual eceran sekitar Rp21 ribu per liter.
“Perkartonnya isi 12. Kalau diecer per liter kita jual Rp21 ribu,” katanya.
Bagi pedagang, kondisi ini cukup menyulitkan. Selain harus menaikkan harga jual, mereka juga mulai kesulitan mendapatkan stok barang.
Handika menduga kelangkaan ini terjadi sejak di tingkat distributor. Pasokan yang masuk ke pasar tidak sebanyak biasanya.
Akibatnya, pedagang harus menunggu lebih lama untuk mendapatkan barang, bahkan terkadang tidak kebagian stok.
Jika kondisi ini terus berlanjut, para pedagang khawatir dampaknya akan terasa ke konsumen.
| Modus Residivis Curi Barang di Minimarket di Lampung, Gagal Kabur Berkat Pintu Kaca |
|
|---|
| Polisi Buru 4 Pelaku yang Curi 4 Motor dari Dealer Honda di Lampung Selatan |
|
|---|
| 50 Peserta SNBT Unila Absen, Ada yang Pilih Jalur Sekolah Kedinasan |
|
|---|
| Mensos Target Sekolah Rakyat di Lampung Rampung Juni |
|
|---|
| Gubernur Mirza Minta Jemaah Haji Doakan Lampung Menuju Indonesia Emas |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/Harga-MinyaKita-naik-di-Pasar-Pasir-Gintung.jpg)