Berita Lampung
Tanpa Les, Anak Pengemudi Ojek Online Lolos FK Unila Lewat SNBP
Di tengah keterbatasan ekonomi, Rinita Irawati membuktikan bahwa kerja keras dan belajar mandiri mampu mengantarkannya meraih mimpi.
Penulis: Bayu Saputra | Editor: taryono
Ringkasan Berita:
Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Di tengah keterbatasan ekonomi, Rinita Irawati (17) membuktikan bahwa kerja keras dan belajar mandiri mampu mengantarkannya meraih mimpi.
Tanpa mengikuti les berbayar, ia berhasil lolos ke Fakultas Kedokteran Universitas Lampung (Unila) melalui jalur Seleksi Nasional Berbasis Prestasi (SNBP), Selasa (31/3/2026).
Putri seorang pengemudi ojek online (ojol) di Lampung ini mengandalkan belajar mandiri di rumah, bahkan memanfaatkan YouTube sebagai sarana utama memahami pelajaran.
Ketekunan tersebut menjadi kunci hingga akhirnya ia diterima di salah satu fakultas paling bergengsi.
Rinita Irawati mengaku sangat bersyukur sekaligus tak menyangka dirinya diterima sebagai calon mahasiswa kedokteran Unila dari jalur prestasi.
"Alhamdulillah saya meskipun anak pengemudi ojek dan ibu hanya ibu rumah tangga bersyukur bisa diterima di FK Unila," kata anak tunggal pasang Isnaini dan Bukhori, saat diwawancarai di rumahnya di Jalan Way Sabu Nomor 20, Kelurahan Tanjung Raya, Kecamatan Kedamaian, Kota Bandar Lampung, dalam program Saksi Kata, Kamis (2/4/2026).
"Kalau terharu semua keluarga pastinya, tapi memang ayah agak menangis waktu melihat pengumuman kemarin," terusnya.
Diungkap Rinita, untuk mewujudkan cita-citanya masuk FK Unila, perjuangan yang dilaluinya tak mudah.
"Saya benar-benar belajar mandiri di rumah, kadang mengandalkan nonton Youtube untuk belajar. Karena saya tidak les, karena orang tua saya juga kurang mampu buat bayar uang les di luar sekolah," kata Rinita.
Rinita mengakui bahwa dirinya penerima akses KIP (Kartu Indonesia Pintar) dan hanya mengandalkan les dengan guru di sekolah.
"Saya belajar dimaksimalkan di sekolah dan di rumah belajar mandiri," ucapnya.
"Memang cita-cita saya dari kecil memang ingin menjadi dokter, saya juga ingin membantu orang lainnya terutama tentang kesehatan. Khususnya warga di kampung nenek di Kampung Carodok, Cadas Sari, Pandeglang, Banten. Karena akses menuju rumah sakit di sana susah, makanya saya ingin buka praktek di sana nantinya," paparnya.
Selain itu, ia juga ingin mengangkat derajat kedua orang tuanya yang tidak punya gelar akademik.
Dirinya tak malu dengan pekerjaan orangtuanya dan justru merasa bangga, karena ojol banyak membantu orang lain mengantarkan ke tempat tujuan.
"Pesan orang tua jangan pernah berbohong dan selalu amanah," kata Rinita.
Penghobi olahraga basket ini menjelaskan, bahwa dirinya selalu konsisten mendapatkan prestasi yang baik saat di bangku sekolah.
Dirinya berharap setelah diterima di FK Unila agar dilancarkan dalam berkuliah, tak ada hambatan hingga lulus tepat waktu.
"Kalau keinginan tinggi dan usahanya juga kudu tinggi, walaupun ada keterbatasan dengan ekonomi tetap semangat ada jalan dan jangan berhenti berusaha," kata Rinita.
"Kepada guru di SDN Teladan, SMPN 1 Bandar Lampung, dan SMAN 1 Bandar Lampung saya ucapkan terima kasih karena telah membimbing saya hingga akhirnya diterima di Fakultas Kedokteran Unila. Terima kasih banyak atas dukungan dan membimbing selama ini," terusnya.
Bukhori, ayah Rinita mengamini bahwa putri kesayangannya tersebut memang sejak kecil bercita-cita ingi menjadi dokter.
"Dengan harapan apa yang diinginkan anak tunggal kami ini alhamdulillah terwujud. Sekecil apapun yang dilakukan merupakan doa untuk anak kami," kata Bukhori.
Dirinya motivasi sang anak untuk belajar dan jangan takut punya cita-cita tinggi.
"Tidak mungkin jika sudah keinginan Allah maka akan diizinkan, makanya kami dorong dan ingatkan untuk berdoa serta belajar," ujarnya.
"Memang dari dulu akak kami ini rajin belajar dan nurut anaknya selalu mendengarkan orang tua," tukas Bukhori.
(Tribunlampung.co.id/Bayu Saputra)
| Pemkab Lamteng Janji Alokasikan Rp200 Juta dari APBD Perubahan untuk Perbaikan Jalan di Mujirahayu |
|
|---|
| Pencuri Kabel PLN yang Tertangkap di Lampung Selatan Pernah Beraksi di Pringsewu |
|
|---|
| Perkuat Pencegahan TPPO, Desa Terbanggi Besar Didorong Jadi Filter Migrasi Aman Warga |
|
|---|
| Modus Bajuk Rayu dan Ancaman, Pelaku Lakukan Asusila ke Bocah di Lampung Tengah |
|
|---|
| Bau Menyengat dari Gedung Walet, Wabup Pringsewu Sidak Temukan Puluhan Ribu Bangkai Kelelawar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/ANAK-OJOL-Rinita-Irawati-anak-pengemudi.jpg)