Berita Lampung

Kasus Suspek Campak di Pringsewu Meningkat, Diskes Ingatkan Pentingnya Imunisasi

Dinas Kesehatan Kabupaten Pringsewu mencatat adanya peningkatan jumlah suspek campak dalam tiga tahun terakhir.

Penulis: Oky Indra Jaya | Editor: taryono
Tribunnews.com/HO/IST
CAMPAK - Foto ilustrasi, penyakit campak. Kasus Suspek Campak di Pringsewu Meningkat, Dinas Kesehatan Ingatkan Pentingnya Imunisasi. 

Hadi menyebutkan kendala utama di lapangan adalah kurangnya pemahaman orangtua mengenai pentingnya vaksinasi, serta maraknya informasi keliru atau hoaks terkait vaksin.

“Ada juga kelompok masyarakat tertentu yang secara turun-temurun menolak vaksinasi. Ini menjadi tantangan serius dalam upaya pencegahan penyakit,” katanya.

Meski demikian, Dinas Kesehatan Pringsewu telah menyiapkan langkah antisipasi jika terjadi lonjakan kasus. 

Jika terjadi KLB, pihaknya akan melakukan penyelidikan epidemiologi, pemetaan wilayah terdampak, serta langkah pencegahan untuk memutus rantai penularan.

Untuk mencegah penyebaran, Dinas Kesehatan telah menginstruksikan seluruh fasilitas kesehatan, terutama puskesmas, untuk memperkuat imunisasi rutin dan melakukan imunisasi kejar bagi anak yang belum lengkap vaksinasinya. Selain itu, fasilitas kesehatan juga diminta meningkatkan deteksi dini dengan mengidentifikasi pasien yang mengalami demam tinggi disertai ruam merah sebagai suspek campak.

“Setiap suspek akan diambil spesimen dan diperiksa di laboratorium rujukan nasional untuk memastikan diagnosis,” jelas Hadi.

Ia menambahkan, kelompok masyarakat yang paling rentan terhadap campak adalah anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi lengkap, terutama dari keluarga yang menolak vaksinasi. 

Oleh karena itu, Dinas Kesehatan mengimbau orangtua untuk memastikan anak mendapatkan imunisasi sesuai jadwal.

“Segera bawa anak ke fasilitas kesehatan jika mengalami demam disertai ruam merah. Jangan ragu berkonsultasi dengan tenaga kesehatan, serta terapkan pola hidup bersih dan sehat,” imbaunya.

Hadi menegaskan, campak adalah penyakit yang dapat dicegah secara efektif melalui imunisasi

Peran orangtua sangat penting dalam melindungi anak dari risiko penyakit tersebut.

“Kami berharap tidak terjadi penyebaran lebih luas. Imunisasi adalah benteng pertama untuk melindungi anak, mencegah kecacatan hingga kematian, serta membentuk kekebalan kelompok di masyarakat,” tandasnya.

(Tribunlampung.co.id/ Oky Indrajaya)

 

 

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved