Berita Lampung
Kasus Suspek Campak di Pringsewu Meningkat, Diskes Ingatkan Pentingnya Imunisasi
Dinas Kesehatan Kabupaten Pringsewu mencatat adanya peningkatan jumlah suspek campak dalam tiga tahun terakhir.
Penulis: Oky Indra Jaya | Editor: taryono
Ringkasan Berita:
Tribunlampung.co.id, Pringsewu - Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Pringsewu mencatat adanya peningkatan jumlah suspek campak dalam tiga tahun terakhir.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Pringsewu dr. Hadi Mochtarom mengatakan, pada 2024 tercatat 16 suspek campak, yang seluruhnya dinyatakan negatif setelah pemeriksaan laboratorium.
“Jumlah tersebut meningkat menjadi 18 suspek pada 2025, dan seluruhnya juga negatif,” ujar Hadi.
Pada 2026, kasus suspek campak semakin meningkat.
Hingga awal tahun ini, tercatat 35 suspek campak.
Dari jumlah tersebut, 16 sampel sudah keluar hasil laboratoriumnya, dan 11 di antaranya dinyatakan positif.
Seluruh pasien dilaporkan telah sembuh.
“Meski jumlah kasus meningkat, hingga saat ini Pringsewu belum mengalami kejadian luar biasa (KLB) campak,” jelas Hadi kepada Tribun Lampung, Jumat (3/4/2026).
Menurutnya, peningkatan kasus ini tidak hanya terjadi di Pringsewu, tetapi juga di berbagai daerah di Indonesia.
Salah satu faktor utama adalah menurunnya cakupan imunisasi saat pandemi Covid-19.
“Cakupan imunisasi yang tidak merata serta rendahnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya vaksinasi masih menjadi tantangan. Selain itu, penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) seperti mencuci tangan dan memakai masker di tempat keramaian juga mulai menurun,” tambah Hadi.
Data Dinas Kesehatan menunjukkan cakupan imunisasi campak-rubella (MR) di Pringsewu masih di bawah target nasional sebesar 95 persen.
Pada 2024, cakupan MR dosis pertama pada bayi mencapai 86 persen, sedangkan dosis kedua pada baduta sebesar 72 persen.
Pada 2025, cakupan MR dosis pertama turun menjadi 74 persen, sementara dosis kedua naik menjadi 79 persen.
Hingga Februari 2026, cakupan imunisasi masih rendah, yakni 13 persen untuk bayi dan 11 persen untuk baduta.
Hadi menyebutkan kendala utama di lapangan adalah kurangnya pemahaman orangtua mengenai pentingnya vaksinasi, serta maraknya informasi keliru atau hoaks terkait vaksin.
“Ada juga kelompok masyarakat tertentu yang secara turun-temurun menolak vaksinasi. Ini menjadi tantangan serius dalam upaya pencegahan penyakit,” katanya.
Meski demikian, Dinas Kesehatan Pringsewu telah menyiapkan langkah antisipasi jika terjadi lonjakan kasus.
Jika terjadi KLB, pihaknya akan melakukan penyelidikan epidemiologi, pemetaan wilayah terdampak, serta langkah pencegahan untuk memutus rantai penularan.
Untuk mencegah penyebaran, Dinas Kesehatan telah menginstruksikan seluruh fasilitas kesehatan, terutama puskesmas, untuk memperkuat imunisasi rutin dan melakukan imunisasi kejar bagi anak yang belum lengkap vaksinasinya. Selain itu, fasilitas kesehatan juga diminta meningkatkan deteksi dini dengan mengidentifikasi pasien yang mengalami demam tinggi disertai ruam merah sebagai suspek campak.
“Setiap suspek akan diambil spesimen dan diperiksa di laboratorium rujukan nasional untuk memastikan diagnosis,” jelas Hadi.
Ia menambahkan, kelompok masyarakat yang paling rentan terhadap campak adalah anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi lengkap, terutama dari keluarga yang menolak vaksinasi.
Oleh karena itu, Dinas Kesehatan mengimbau orangtua untuk memastikan anak mendapatkan imunisasi sesuai jadwal.
“Segera bawa anak ke fasilitas kesehatan jika mengalami demam disertai ruam merah. Jangan ragu berkonsultasi dengan tenaga kesehatan, serta terapkan pola hidup bersih dan sehat,” imbaunya.
Hadi menegaskan, campak adalah penyakit yang dapat dicegah secara efektif melalui imunisasi.
Peran orangtua sangat penting dalam melindungi anak dari risiko penyakit tersebut.
“Kami berharap tidak terjadi penyebaran lebih luas. Imunisasi adalah benteng pertama untuk melindungi anak, mencegah kecacatan hingga kematian, serta membentuk kekebalan kelompok di masyarakat,” tandasnya.
(Tribunlampung.co.id/ Oky Indrajaya)
| Wagub Jihan Tegaskan Komitmen Percepat Eliminasi TB di Lampung |
|
|---|
| DPRD Lampung: Warga Minat Urus BBN Kendaraan Bila Proses Administrasi Cepat |
|
|---|
| Koperasi Merah Putih Didorong Jadi Solusi Akses Kredit Warga Lampung |
|
|---|
| 'Motorku-motorku' Anak Konsumen Minimarket Teriak Motor Dibawa Kabur Maling Bersenpi |
|
|---|
| DPRD-Pemprov Lampung Usulkan 3 Daerah Jadi KEK Pariwisata, Dorong Investasi dan UMKM |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/Diskes-minta-tak-anggap-enteng-campak.jpg)