Tenggelam di Bandar Lampung

Nelayan Temukan Jasad Mahasiswi Unila, Dikira Boneka

Rasa penasaran mendorongnya memanggil rekannya, Juliansyah, untuk memeriksa lebih dekat. 

Tayang:
Penulis: Bayu Saputra | Editor: taryono
Tribunlampung.co.id/Bayu Saputra
DETIK-DETIK TEMUKAN JASAD - Nelayan Kota Karang, Kecamatan Telukbetung Timur, Juhendi (kanan) bersama dengan Juliansyah saat diwawancarai dalam program Saksi Kata, Jumat (3/4/2026). Ia dan rekannya menceritakan detik-detik temukan jasad Fatmawati, mahasiswi unila korban tenggelam di sungai Bandar Lampung. 
Ringkasan Berita:
  • Juhendi, nelayan asal Kota Karang, melihat benda mengapung seperti boneka di kapalnya saat menimba air.
  • Memanggil rekannya, ternyata benda itu jasad Fatmawati, mahasiswi Unila korban tenggelam.
  • Ia menyelam 10 meter untuk mengangkat jasad ke kapal dan segera hubungi atasannya.

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung – Awalnya, Juhendi, nelayan asal Kota Karang, Kecamatan Telukbetung Timur, Bandar Lampung, melihat benda mengapung di kapalnya yang tampak seperti boneka saat ia sedang menimba air.

Rasa penasaran mendorongnya memanggil rekannya, Juliansyah, untuk memeriksa lebih dekat. 

Ternyata, benda itu adalah jasad Fatmawati, mahasiswi Universitas Lampung (Unila) korban tenggelam di Sungai Wira Garden. 

Peristiwa ini terjadi pada Kamis (2/4/2026) sekitar pukul 11.30 WIB.

Dengan keberanian luar biasa, Juhendi langsung menyelam di kedalaman sekitar 10 meter untuk mengangkat jasad ke kapal. 

Ia pun segera menghubungi atasannya, memastikan jasad sudah aman dan bisa dinaikkan ke kapal dengan cepat.

"Saya telepon bos untuk memberi tahu, posisi mayat sudah kami ikat dan langsung dinaikkan ke kapal," ujar Juhendi.

Jasad Fatmawati ditemukan mengenakan pakaian hitam, dengan posisi baju yang tidak menutupi seluruh tubuh, sehingga tampak seperti boneka. 
Sebelumnya, satu jasad lain telah dievakuasi petugas ke daratan. Jarak antara jasad yang ditemukan Juhendi dengan jasad sebelumnya sekitar 100 meter.

"Saya ingatkan, dalam kejadian seperti ini, inisiatif cepat sangat penting untuk menolong," imbuhnya.

Saat evakuasi dari laut ke daratan, keluarga korban sudah menunggu dan ikut menyambut menggunakan perahu untuk membawa jasad ke gudang agen di ujung Bronjong arah Pulau Pasaran. 

Suasana menjadi histeris karena keluarga menunggu sejak kemarin, hingga akhirnya jasad ditemukan.

"Saya sempat sedih dan terharu melihat keluarga yang menangis," kata Juhendi.

Ia menambahkan, penemuan jasad ini merupakan pengalaman pertamanya. Sebelumnya, ia belum pernah menemukan kejadian seperti ini.

(Tribunlampung.co.id/Bayu Saputra)

Sumber: Tribun Lampung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved