Tenggelam di Bandar Lampung

Detik-detik Nelayan Temukan Jasad Mahasiswi Korban Tenggelam, Dikira Boneka

Nelayan Kota Karang, Kecamatan Telukbetung Timur, Kota Bandar Lampung, kaget saat melihat ada jasad di samping kapalnya.

Penulis: Bayu Saputra | Editor: Reny Fitriani
Tribunlampung.co.id/Bayu Saputra
DETIK-DETIK TEMUKAN JASAD - Nelayan Kota Karang, Kecamatan Telukbetung Timur, Juhendi (kanan) bersama dengan Juliansyah saat diwawancarai dalam program Saksi Kata, Jumat (3/4/2026). Ia dan rekannya menceritakan detik-detik temukan jasad Fatmawati, mahasiswi unila korban tenggelam di sungai Bandar Lampung. 

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Juhendi nelayan Kota Karang, Kecamatan Telukbetung Timur, Kota Bandar Lampung, mengungkapkan detik-detik temukan jasad Fatmawati, mahasiswi Unila korban tenggelam di Sungai Wira Garden. 

Dikatakan Juhendi (35), awalnya ia melihat benda aneh mengapung seperti boneka saat menguras air di dalam kapalnya. 

Kondisi jasad tersebut telungkup di dekat kapalnya, Kamis (2/4/2026) sekira pukul 11.30 WIB. 

"Jadi saya itu sedang menimba air di dalam kapal karena posisi air masuk ke dalam kapal, dan kaget saat menguras air ada benda aneh mengapung seperti boneka," kata Juhendi diwawancarai Tribun Lampung dalam program Saksi Kata, Jumat (3/4/2026). 

"Saya penasaran lalu panggil Juliansyah kawan yang sama-sama sedang berada di laut untuk cek langsung dan benar apa yang saya lihat benar mayat," terusnya.

Baca Juga Komunikasi Terakhir Fatmawati, Mahasiswi Unila Korban Tenggelam di Wira Garden

Dirinya langsung turun ke air dengan kedalaman sekitar 10 meter, kemudian secepatnya langsung diangkat ke dalam kapal. 

"Pada saat itu saya bingung makanya saya telepon bos dengan posisi mayat sudah kami ikat dan langsung bilang dinaikan saja ke kapal," ucapnya.

Jasad saat ditemukan mengenakan pakaian hitam, posisi baju tak menutupi badan dan seperti boneka. 

Sebelumnya ada satu jasad lainnya yang sudah dievakuasi oleh petugas hingga dibawa ke daratan. 
 
"Jarak antara mayat yang kami temukan dengan mayat lainnya ada berjarak sekitar 100 meter," kata Juhendi. 

"Saya ingat dengan saudara kalau kejadian seperti itu inisiatif cepat tolongin," imbuhnya.

Pada saat evakuasi dari laut ke daratan sudah ramai keluarga korban yang menunggu.

Keluarga langsung menyambut dengan menggunakan perahu yang digunakannya untuk dibawa ke gudang agen ujung bronjong arah Pulau Pasaran.

Pada saat penyambutan suasana histeris dari keluarga karena sudah menunggu sejak kemarin dan akhirnya jasad ditemukan. 

"Saya sempat sedih terharu melihat keluarga yang menangis tersebut," ujarnya.

Dirinya mengaku belum pernah menemukan hal yang aneh, dan penemuan jasad ini menjadi yang pengalaman pertamanya.

(Tribunlampung.co.id/Bayu Saputra)  

Sumber: Tribun Lampung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved