Berita Lampung

Kemenko PMK Ajak Mahasiswa Unila Aktif Wujudkan Indonesia Emas 2045

Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia mengajak mahasiswa Universitas Lampung

Penulis: Bayu Saputra | Editor: soni yuntavia
Tribunlampung.co.id/Bayu Saputra
PERAN MAHASISWA - Deputi Bidang Penguatan Karakter dan Jatidiri Bangsa Kemenko PMK Warsito mengajak mahasiswa Universitas Lampung untuk berperan aktif dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045, Senin (6/4/2026).  

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia mengajak mahasiswa Universitas Lampung untuk berperan aktif dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. 

Ajakan tersebut disampaikan Deputi Bidang Penguatan Karakter dan Jatidiri Bangsa, Warsito, dalam kegiatan yang berlangsung di kampus setempat, Senin (6/4/2026).

Warsito menegaskan, mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai pilar kemajuan sekaligus benteng karakter bangsa. Menurutnya, peran generasi muda sangat krusial dalam menyongsong masa depan Indonesia yang unggul dan berdaya saing global.

Ia menjelaskan bahwa bonus demografi yang dimiliki Indonesia merupakan peluang besar, namun juga berpotensi menjadi tantangan apabila tidak diimbangi dengan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni.

“Indonesia Emas 2045 tidak akan tercapai secara otomatis. Kuncinya adalah kualitas SDM, bukan semata kekayaan sumber daya alam,” ujarnya.

Lebih lanjut, Warsito menekankan pentingnya penguatan pembangunan manusia yang tidak hanya berfokus pada Indeks Pembangunan Manusia (HDI) dan Indeks Modal Manusia (HCI), tetapi juga mencakup Indeks Pembangunan Masyarakat (IPMas).

Indeks ini meliputi aspek kohesi sosial, inklusi sosial, ketahanan nilai, serta partisipasi publik.

Dalam menghadapi era digital dan disrupsi teknologi, mahasiswa dituntut memiliki literasi digital yang baik, kemampuan berpikir kritis, kreativitas, serta adaptabilitas tinggi.

Selain itu, tantangan nonteknis seperti krisis karakter dan rendahnya integritas juga menjadi perhatian.

“Mahasiswa tidak cukup hanya cerdas secara akademik, tetapi juga harus memiliki integritas, empati sosial, dan kemampuan beradaptasi,” tambahnya.

Warsito juga mendorong mahasiswa untuk berperan sebagai agent of change, social control, dan pusat gerakan perubahan.

Ia menekankan perlunya transformasi gerakan mahasiswa dari yang bersifat reaktif menjadi solutif dan berbasis data.

Menurutnya, mahasiswa tidak hanya perlu mengkritisi kebijakan, tetapi juga mampu menghadirkan solusi konkret melalui inovasi dan kolaborasi lintas sektor.

Peran tersebut dapat diwujudkan melalui inovasi sosial, pemberdayaan masyarakat, serta penguatan literasi digital.

Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum penting dalam memperkuat peran mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga kokoh dalam karakter dan nilai kebangsaan.

Dengan pelantikan pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) yang baru, diharapkan lahir kepemimpinan mahasiswa yang adaptif, kolaboratif, dan solutif dalam menjawab tantangan pembangunan di era digital menuju Indonesia Emas 2045.

( Tribunlampung.co.id / Bayu Saputra ) 

Sumber: Tribun Lampung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved