Berita Lampung

Terhentinya Perbaikan Jalan di Pringsewu Picu Debu, Warga Terpaksa Siram 10 Kali

Rabu (8/4/2026), material batu dan tanah yang belum dipadatkan menyebabkan debu beterbangan setiap kali ada kendaraan yang melintas.

Tayang:
Penulis: Oky Indra Jaya | Editor: Daniel Tri Hardanto
Tribunlampung.co.id/Oky Indra Jaya
POLUSI - Debu beterbangan akibat terhentinya perbaikan jalan provinsi di ruas Ambarawa - Pardasuka, Pringsewu, Rabu (8/4/2026). 

Tribunlampung.co.id, Pringsewu - Terhentinya perbaikan jalan provinsi di ruas Ambarawa - Pardasuka di Pekon Ambarawa, Kecamatan Ambarawa, Pringsewu menuai keluhan dari warga. 

Warga mengeluhkan polusi debu yang ditimbulkan selama terhentinya proses pengerjaan. 

Pantauan di lokasi, Rabu (8/4/2026), material batu dan tanah yang belum dipadatkan menyebabkan debu beterbangan setiap kali ada kendaraan yang melintas.

Kondisi jalan tampak belum rata dengan hamparan batu lepas di beberapa titik. 

Aktivitas lalu lintas yang tetap padat memperparah sebaran debu hingga ke bangunan di sekitar jalan. 

Sejumlah pengendara terlihat memperlambat laju kendaraan untuk menghindari jalan yang tidak rata, sementara lainnya tetap melintas sehingga memicu kepulan debu.

Salah satu warga setempat, Nedi Rahmadi, mengeluhkan dampak debu terhadap usahanya. 

Ia menyebut debu sangat mengganggu aktivitas di toko parfum miliknya.

“Masalahnya, debunya luar biasa. Warga sekitar juga banyak yang mengeluhkan. Kalau tidak disiram, parah sekali debunya,” ujarnya kepada Tribun Lampung, Rabu (8/4/2026).

Ia mengaku harus berulang kali membersihkan area depan toko parfumnya akibat terpapar debu

Bahkan, dalam sehari dirinya bisa menyiram lantai depan toko hingga hampir 10 kali.

“Hampir 10 kali saya nyiram lantai depan toko karena debu terus masuk. Kadang baru dibersihkan, sudah kotor lagi,” keluhnya.

Rahmadi bersama warga lain rutin melakukan penyiraman untuk mengurangi debu, terutama pada pagi hingga sore hari saat aktivitas warga tinggi. 

Menurutnya, penyiraman belum dilakukan secara konsisten.

“Toko saya ini kadang harus disiram, kadang tidak. Kalau tidak disiram, pelanggan juga terganggu. Pernapasan juga agak susah di sini,” tambahnya.

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved