Berita Lampung

Antisipasi El Nino Godzilla, Pemkab Lampung Selatan Minta Petani Percepat Masa Tanam

 Pemkab Lampung Selatan bergerak cepat menghadapi ancaman fenomena El Nino ekstrem yang diprediksi terjadi pada 2026.

Dokumentasi Komdigi/Dominius Desmantri Barus
PERCEPAT MASA TANAM - Pemkab Lampung Selatan mempercepat masa tanam padi, Senin (13/4/2026). Hingga Februari 2026, realisasi tanam telah mencapai 5.000 hektare, kemudian bertambah 2.800 hektare pada Maret, dan ditargetkan 3.000 hektare pada April.     

Tribunlampung.co.id, Lampung Selatan - Pemkab Lampung Selatan bergerak cepat menghadapi ancaman fenomena El Nino ekstrem yang diprediksi terjadi pada 2026.

Fenomena yang kerap disebut sebagai El Nino Godzilla ini diperkirakan membawa dampak musim kemarau lebih panjang, suhu lebih panas, serta kondisi yang jauh lebih kering dari biasanya.

Wakil Bupati Lampung Selatan, M Syaiful Anwar, menegaskan, sektor pertanian menjadi perhatian utama dalam menghadapi potensi krisis tersebut.

Hal ini disampaikannya dalam Rapat Koordinasi mitigasi dampak hidrometeorologi kering di Gedung Pusiban, Kompleks Kantor Gubernur Lampung, Jumat (10/4/2026).

Menurutnya, kemarau ekstrem berisiko besar mengganggu produktivitas pertanian, meskipun pada kondisi normal musim tanam kedua biasanya menghasilkan panen yang lebih baik.

"Biasanya musim tanam kedua produksinya lebih bagus. Tapi kalau kemaraunya terlalu panjang, itu yang mengkhawatirkan karena kondisi bisa sangat kering," ujarnya.

Sebagai langkah antisipasi, Pemkab Lampung Selatan mempercepat masa tanam padi.

Hingga Februari 2026, realisasi tanam telah mencapai 5.000 hektare, kemudian bertambah 2.800 hektare pada Maret, dan ditargetkan 3.000 hektare pada April.

Tak hanya itu, pemerintah daerah juga menyiapkan strategi tanam berkelanjutan dengan target peningkatan bertahap hingga Agustus 2026 guna menjaga stabilitas produksi pangan.

Di sisi lain, persoalan ketersediaan air menjadi tantangan serius.

Selama ini, petani masih mengandalkan sumur bor dan aliran sungai untuk irigasi, yang kapasitasnya dinilai belum cukup jika kekeringan ekstrem benar-benar terjadi.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, Pemkab Lampung Selatan mendorong penggunaan varietas padi yang lebih tahan terhadap kondisi minim air.

Langkah ini diharapkan mampu menjaga hasil produksi di tengah ancaman kekeringan.

Selain berdampak pada pertanian, El Nino ekstrem juga berpotensi meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Lampung.

Melalui sinergi antara pemerintah kabupaten/kota dan Pemerintah Provinsi Lampung, berbagai langkah mitigasi terus diperkuat.

Harapannya, daerah mampu lebih tangguh menghadapi perubahan iklim ekstrem sekaligus menjaga ketahanan pangan masyarakat.

( Tribunlampung.co.id / Dominius Desmantri Barus )

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved