Berita Lampung
43 Tahun Warga Trimurjo Bertaruh Nyawa, Kini Jembatan Garuda Jadi Harapan Baru
Selama 43 tahun warga Trimurjo menyeberang sungai lewat bambu lapuk. Kini Jembatan Garuda hadir membawa rasa aman dan harapan baru.
Penulis: Fajar Ihwani Sidiq | Editor: Noval Andriansyah
Ringkasan Berita:
- Warga Trimurjo akhirnya memiliki Jembatan Garuda usai puluhan tahun bergantung pada jembatan bambu rapuh.
- Jembatan jadi akses vital petani & pelajar. Sebelumnya warga rutin swadaya memperbaiki jembatan tiap dua tahun.
- Proyek masuk program seribu jembatan Presiden Prabowo bersama TNI. Warga antusias gotong royong bantu percepatan pembangunan.
Tribunlampung.co.id, Lampung Tengah – Puluhan tahun sudah Mujito (55), warga Kampung Purwoadi, menyimpan rasa was-was setiap kali melintasi sungai di desanya.
Sejak ia masih berusia 12 tahun, akses utama para petani menuju lahan hanyalah sebatang kayu licin yang melintang di atas derasnya arus.
Kini, kecemasan itu menguap. Sebuah struktur kokoh yang dinamai Jembatan Garuda mulai berdiri tegak, menghubungkan harapan warga yang sempat terputus selama hampir dua dekade.
Penantian warga Purwoadi dan Purwodadi, Kecamatan Trimurjo, Lampung Tengah, bukanlah waktu yang singkat.
Mujito mengenang bagaimana pada tahun 1983, para petani sempat patungan (swadaya) membangun jembatan dari gelagar bambu.
Baca juga: Pembangunan Jembatan Gantung Garuda Dikebut, Warga Lamteng Harap Ekonomi Meningkat
Namun, kekuatan bambu ada batasnya. Setiap dua tahun sekali, warga harus bergotong-royong melakukan rehabilitasi karena material yang lapuk dimakan usia.
"Setiap dua tahun sekali kami harus rehab. Sudah sering ada korban, setidaknya dua warga pernah terperosok ke sungai karena alas bambunya sudah lapuk," ujar Mujito, Rabu (13/5/2026).
Nada lega juga terdengar dari suara Edi Sanipo, Kepala Kampung Purwodadi.
Baginya, jembatan ini adalah utang sejarah selama ia menjabat.
Sejak tahun 2011, Edi tak lelah melayangkan proposal ke pemerintah daerah hingga jalur bantuan bencana, namun hasilnya selalu nihil.
"Semenjak 2011 sampai 2023 belum ada realisasi. Baru di tahun 2025 proposal kami dikabulkan pusat, dan alhamdulillah tahun 2026 ini pembangunan terwujud," kata Edi.
Menurutnya, urgensi jembatan ini memang vital. Selain jalur angkut hasil bumi, jembatan ini adalah urat nadi pendidikan bagi siswa SMP Negeri 1 dan SMA Negeri 1 Trimurjo.
Tanpa jembatan ini, para siswa harus memutar jauh atau bertaruh nyawa di atas anyaman bambu yang goyah.
Pembangunan Jembatan Garuda ini merupakan bagian dari program seribu jembatan yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto, yang dalam pelaksanaannya menggandeng jajaran TNI.
Danramil Trimurjo, Kapten Infanteri Sudarto, menyebutkan bahwa progres pembangunan saat ini telah mencapai 55 persen. Ia menargetkan jembatan ini bisa digunakan dalam waktu dekat.
| Eva Dwiana Perintahkan Satgas Perkuat Keamanan Jelang Hari Besar Keagamaan |
|
|---|
| Wagub Jihan Dorong Eliminasi TBC di Mesuji, Minta Screening Lebih Masif |
|
|---|
| Sidang Tipikor Lampung Tengah, Saksi Sebut Hasil Pengadaan Dilaporkan ke Ardito Wijaya |
|
|---|
| Wali Kota Bandar Lampung Fokus Perkuat Keamanan, Satgas dan Pos Ronda Dioptimalkan |
|
|---|
| Libur Panjang, Pemkot Bandar Lampung Pastikan Pelayanan Publik Tetap Buka |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/pembangunan-jembatan-gantung-di-Lampung-Tengah-dikebut.jpg)