Berita Lampung
Kunker ke Lampung, Wamenkes Tegaskan Pentingnya Deteksi Penyakit TB
Di Lampung sendiri, berdasarkan data tahun 2025, jumlah kasus TB yang ditemukan mencapai 20.375 kasus.
Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus menyampaikan pentingnya pemeriksaan menyeluruh untuk mendeteksi penyakit tuberkulosis (TB). Hal itu diperlukan untuk memutus rantai penyebaran penyakit TB di masyarakat.
Berdasarkan data Kemenkes, pada tahun 2025, Indonesia diperkirakan menanggung beban kasus TB yang sangat tinggi, yakni mencapai sekitar 1,09 juta hingga 1,1 juta kasus. Angka itu menempatkan Indonesia di posisi kedua kasus TB terbesar di dunia setelah India.
Wamenkes menyebut, dari estimasi 1,09 juta kasus TB di Indonesia, sekitar 867 ribu kasus telah ditemukan.
Target pemerintah adalah mendeteksi dan mengobati 1 juta kasus pada tahun 2025, dengan fokus pada penguatan layanan primer dan peningkatan cakupan terapi pencegahan.
Di Lampung sendiri, berdasarkan data tahun 2025, jumlah kasus TB yang ditemukan mencapai 20.375 kasus. Dari angka tersebut, kebutuhan paket pelacakan kontak (contact tracing) diperkirakan mencapai 1.019 paket.
Sementara di Kota Bandar Lampung tercatat sebanyak 4.301 kasus TB, dengan kebutuhan sekitar 215 paket contact tracing.
Perhitungan ini menggunakan formula standar nasional, yakni setiap 100 kasus membutuhkan 5 paket pelacakan kontak guna mengidentifikasi dan memutus rantai penularan di masyarakat.
Wamenkes mengatakan, pemeriksaan wajib dilakukan terhadap keluarga pasien TB, termasuk lingkungannya, guna memutus rantai penyebarannya.
"Untuk penderita TB, keluarga dan lingkungan sekitarnya juga harus dilakukan pemeriksaan paru. Karena seseorang bisa saja terinfeksi hari ini, tetapi gejalanya baru muncul dan terdeteksi tahun depan," ujar Benjamin saat meninjau Puskesmas Rawat Inap Way Halim, Bandar Lampung, Selasa (14/4/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Wamenkes terlihat bersama Wamendagri Akhmad Wiyagus. Kedua pejabat pusat itu didampingi Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela, Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana, serta jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) Pemkot Bandar Lampung.
Benjamin menegaskan, peran aktif puskesmas dalam melakukan tracing atau pelacakan kontak erat menjadi kunci utama dalam memutus rantai penularan. Ia meminta agar tenaga kesehatan tidak hanya menunggu pasien datang, tetapi juga proaktif turun ke lapangan.
Menurutnya, masih tingginya potensi kasus baru TB menunjukkan bahwa upaya pencegahan belum berjalan maksimal. Ia mencontohkan, dalam satu wilayah bisa saja terdapat ratusan pasien yang telah diobati, namun kasus baru kembali muncul dalam jumlah yang sama di tahun berikutnya.
"Kalau dalam satu kecamatan ada 100 orang yang sudah diobati, tapi tahun depan muncul lagi 100 pasien baru, itu artinya pencegahannya belum berjalan maksimal. Jika pencegahan tidak diperkuat, maka kasus baru akan terus muncul setiap tahun," tegasnya.
Lampung Masuk 11 Provinsi Prioritas
Benjamin juga menyebut fakta bahwa Lampung masuk dalam 11 provinsi prioritas percepatan penanggulangan TB di Indonesia. Hal itu dikatakan Benjamin dalam kunjungan kerja di Aula Semergou, Kantor Pemkot Bandar Lampung, Selasa (14/4/2026).
Dalam kunjungannya ke Bandar Lampung, Benjamin didampingi Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus.
Keduanya disambut Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal dan Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana beserta jajaran Forkopimda.
Dalam pemaparannya, Wamenkes menyebut Lampung masuk dalam 11 provinsi penanganan prioritas TB. "Lampung masuk ke dalam 11 provinsi penanganan prioritas TB," ujarnya.
Wilayah prioritas ini didominasi provinsi di Pulau Jawa, sebagian Sumatera, serta beberapa daerah di Sulawesi dan Nusa Tenggara. Menurut Wamenkes, penetapan ini bertujuan untuk memfokuskan alokasi sumber daya, logistik, serta intervensi program agar lebih intensif dan tepat sasaran.
Ia juga menegaskan bahwa penanganan tuberkulosis di Indonesia tidak bisa dilakukan hanya dari sektor kesehatan semata.
Dibutuhkan kerja sama lintas kementerian dan lembaga agar upaya penanggulangan penyakit ini berjalan efektif.
Wamenkes menyebut peran sejumlah kementerian seperti Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Desa, hingga Kementerian Ketenagakerjaan sangat penting dalam mendukung penanganan TB.
Menurutnya, perbaikan kondisi lingkungan, termasuk hunian masyarakat, menjadi faktor krusial selain pengobatan pasien.
"Tidak bisa hanya mengobati pasien TB tanpa memperbaiki rumahnya. Semua sektor ini saling berkaitan," ujarnya.
Ia juga memaparkan data perkembangan kasus TB di Indonesia. "Pada tahun 2020, jumlah kasus TB diperkirakan mencapai 824 ribu, namun yang berhasil ditemukan baru sekitar setengahnya. Berkat kerja bersama berbagai pihak, capaian notifikasi kasus terus meningkat," ujarnya.
Khusus di Lampung, penemuan kasus bahkan sudah mendekati target nasional, yakni mencapai 98 persen notifikasi.
Sementara pada tahun 2025, dari estimasi 1.090.000 kasus TB di Indonesia, sebanyak 867.000 kasus telah ditemukan.
Benjamin pun menyampaikan apresiasi kepada seluruh kader dan tenaga kesehatan yang terlibat dalam upaya penanggulangan TB, termasuk di daerah.
Ia mengungkapkan bahwa penanganan TB tidak cukup hanya melalui pendekatan medis, tetapi harus melibatkan lintas sektor, mulai dari pemerintah daerah hingga kementerian terkait.
"Penanganan TB tidak bisa hanya dari sektor kesehatan. Harus melibatkan kementerian lain seperti dalam negeri, desa, hingga tenaga kerja. Semua saling berkaitan," ujarnya.
Selain TB, pemerintah juga menyoroti penanganan stunting dan gizi buruk sebagai bagian dari delapan program unggulan nasional di sektor kesehatan.
Menurut Wamenkes, upaya ini sangat penting untuk menciptakan sumber daya manusia (SDM) yang sehat, cerdas, dan kompetitif menuju target Indonesia sebagai negara maju pada 2045.
"Kalau kita ingin menjadi negara maju di 2045, SDM harus sehat dan berkualitas. Stunting dan gizi buruk harus kita atasi dari sekarang," tegasnya.
Ia juga menyinggung posisi Indonesia yang saat ini berada di peringkat ke-16 ekonomi dunia dan tergabung dalam forum G20, dengan proyeksi masuk 6-7 besar dunia pada 2045.
Pusat Siap Dukung Daerah
Pemerintah pusat, kata Wamenkes, akan terus memperkuat dukungan kepada daerah, terutama dalam penyediaan anggaran, alat kesehatan, serta peningkatan kapasitas tenaga di lapangan.
"Kami siapkan anggaran, alat, dan dukungan penuh. Tapi yang paling penting adalah kerja bersama sampai ke tingkat kader," katanya.
Kunjungan Wamenkes menjadi bagian dari upaya percepatan eliminasi TB serta penurunan angka stunting di Lampung, sekaligus memperkuat sinergi antara pusat dan daerah dalam pembangunan kesehatan nasional.
Kunjungan kerja ini menjadi bagian dari upaya pemerintah pusat dalam memastikan penanganan tuberkulosis (TB) di daerah berjalan optimal, khususnya di layanan kesehatan tingkat pertama.
Dalam kunjungan tersebut, Benjamin dan Wiyagus meninjau fasilitas pelayanan, alur pemeriksaan pasien, hingga sistem deteksi dini TB yang diterapkan di puskesmas.
Mereka juga berdialog dengan tenaga kesehatan untuk mengetahui tantangan di lapangan dalam menangani kasus TB.
Sementara itu, Wamendagri Akhmad Wiyagus menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan pusat dalam memperkuat layanan kesehatan dasar, termasuk dalam penanganan TB.
“Puskesmas memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam pelayanan kesehatan masyarakat,” ujar mantan Kapolda Lampung ini.
Menanggapi hal tersebut, Wagub Lampung Jihan Nurlela menyatakan kesiapan pemerintah daerah dalam memperkuat langkah penanganan.
Pemprov Lampung, kata dia, akan meningkatkan surveilans penyakit, memperluas cakupan imunisasi, serta memperkuat edukasi dan kerja sama lintas sektor.
“Dengan sinergi yang kuat, kami optimistis penanganan TB dan penyakit menular lainnya bisa lebih optimal,” ujar Jihan.
"Sebagai langkah lanjutan, pemprov akan melibatkan komunitas dalam dan pencegahan kasus," pungkasnya.
(Tribunlampung.co.id/ Dominius Desmantri Barus/Riyo Pratama)
Berita Lampung
Tribunlampung.co.id
tuberkulosis
Bandar Lampung
Lampung
Akhmad Wiyagus
Menteri Kesehatan
Menteri Dalam Negeri
Eva Dwiana
Jihan Nurlela
Rahmat Mirzani Djausal
Multiangle
| Peserta Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih Sebut Jawaban Berubah Sendiri |
|
|---|
| Gubernur Lampung Dorong Kemitraan Industri Tapioka dengan Petani Singkong Perkuat Hilirisasi Ekspor |
|
|---|
| Modus Congkel Jendela Saat Dini Hari, Pelaku Gasak HP dan Motor Korban |
|
|---|
| REI Kagum Pemkot Bandar Lampung Beri Layanan Gratis dengan APBD Rp 1,2 Triliun |
|
|---|
| Curi Motor dan Ponsel di Pesawaran 6 Bulan Lalu, Pelaku Diciduk |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/Wamenkes-dan-Wamendagri-Tinjau-Puskesmas-Way-Halim-43.jpg)