Berita Lampung
Kenali Gejala Awal TBC, Batuk Terus-menerus Selama 2 Minggu Disertai Dahak
Diskes Provinsi Lampung mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada terhadap gejala awal tuberkulosis (TBC).
Penulis: Riyo Pratama | Editor: Reny Fitriani
Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Dinas Kesehatan Provinsi Lampung mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada terhadap gejala awal tuberkulosis (TBC) serta pentingnya deteksi dini guna menekan penyebaran penyakit menular tersebut.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, Irman Thamrin, mengatakan masih banyak masyarakat yang belum menyadari tanda-tanda awal TBC sehingga kasus sering terlambat ditemukan.
“Gejala utama yang paling mudah dikenali adalah batuk terus-menerus selama dua minggu atau lebih. Biasanya disertai dahak, bahkan dalam kondisi tertentu bisa bercampur darah,” ujar Irman, Rabu (15/4/2026).
Selain itu, kata dia, penderita juga kerap mengalami nyeri dada saat bernapas atau batuk.
Ia menjelaskan, selain gejala utama, terdapat pula gejala umum yang sering diabaikan masyarakat, di antaranya demam ringan berkepanjangan yang biasanya muncul pada sore atau malam hari, keringat malam tanpa sebab jelas, serta penurunan berat badan tanpa diet.
Baca Juga Data TBC Lampung 2024-2026: Penemuan Kasus Meningkat, Capaian Masih di Bawah Target
“Penderita juga biasanya merasa lemas, cepat lelah, dan mengalami penurunan nafsu makan,” jelasnya.
Pada kondisi lebih lanjut, lanjut Irman, TBC dapat menyebabkan sesak napas hingga pembengkakan kelenjar, misalnya di bagian leher pada kasus TBC kelenjar.
Irman menekankan bahwa masyarakat memiliki peran penting dalam mendeteksi dini kasus TBC, terutama di lingkungan keluarga.
Menurutnya, langkah pertama adalah mengenali gejala yang muncul pada anggota keluarga atau orang sekitar, seperti batuk berkepanjangan, demam ringan, hingga penurunan berat badan tanpa sebab.
“Jika menemukan gejala tersebut, masyarakat harus segera waspada dan tidak menunda untuk melakukan pemeriksaan,” katanya.
Selain itu, masyarakat juga diminta memperhatikan kondisi lingkungan yang berisiko tinggi terhadap penularan TBC, seperti rumah dengan ventilasi buruk, lingkungan padat dan lembap, serta kontak erat dengan penderita TBC.
Kelompok dengan daya tahan tubuh lemah seperti lansia, anak-anak, atau penderita penyakit tertentu juga lebih rentan terpapar.
Irman menegaskan bahwa diagnosis TBC tidak bisa hanya berdasarkan gejala, melainkan harus melalui pemeriksaan medis, seperti pemeriksaan dahak (sputum), rontgen dada, serta tes cepat molekuler (TCM).
Ia juga menekankan pentingnya skrining terhadap kontak serumah jika ditemukan satu kasus positif TBC.
| Polisi Tangkap Penadah HP Curian di Kota Agung, Satu Pelaku Masuk DPO |
|
|---|
| Polisi Cari Rekaman CCTV di Lokasi Tawuran Maut Jalan Yos Sudarso Bandar Lampung |
|
|---|
| Polisi Terus Memantau Perkembangan Situasi Pasca Pembakaran Ponpes di Mesuji Lampung |
|
|---|
| Perbaikan Jalan Ambarawa–Pardasuka Dilanjutkan, Tahap Hotmix Segera Dimulai |
|
|---|
| Polres Lampung Timur Gelar Salat Gaib, Doakan Bripka Arya Supena yang Gugur Saat Bertugas |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/Kantor-Diskes-Lampung-soal-gejala-awal-TBC.jpg)