Berita Lampung

Ekskul IPA SD Al Azhar 3 Melahirkan Siswa Berprestasi dengan Metode Belajar Anti Bosan

Ekstrakurikuler Olimpiade Matematika dan IPA (MIPA) SD Al Azhar 3 Bandar Lampung melahirkan siswa berprestasi dan membangun kepercayaan diri.

Tribunlampung.co.id/Bintang Puji Anggraini
EKSKUL - Azka Altaf Kananta, Cinde Syarena Maherdeka, Najwa Raisa permadani, Adzkia Rahmadina saat memamerkan piagam, medali dan juga sertifikat kemenangannya, Kamis (16/4/2026). Keempat murid SD Al Azhar 3 Bandar Lampung tersebut anggota ekskul MIPA. 

Ringkasan Berita:
  • Anak didik yang mengikuti ekstrakurikuler Olimpiade Matematika dan IPA (MIPA) dibimbing oleh Mayang Arista.
  • Program ini menjadi wadah bagi siswa untuk mengembangkan potensi akademik, khususnya di bidang sains.
  • Kegiatan olimpiade di sekolah ini terbagi ke dalam beberapa kategori, seperti Olimpiade Matematika dan Olimpiade Sains. 

Tribunlampung.co.id, Bandar LampungSuasana khidmat terasa di salah satu ruang kelas SD Al Azhar 3 Bandar Lampung, Kamis (14/4/2026). Empat siswa tampak duduk rapi, sambil sesekali membalik halaman buku pelajaran IPA. 

Pandangan mereka terpaku pada sang guru yang tengah membedah misteri anatomi tubuh manusia melalui replika kerangka yang berdiri tegak di depan kelas.

Mereka adalah anak didik yang mengikuti ekstrakurikuler Olimpiade Matematika dan IPA (MIPA) yang dibimbing oleh Mayang Arista. Program ini berhasil melahirkan siswa berprestasi dan membangun kepercayaan diri siswa. 

“Program ini menjadi wadah bagi siswa untuk mengembangkan potensi akademik, khususnya di bidang sains,” ucapnya Kamis (14/4/2026).

Menurutnya, kegiatan olimpiade di sekolah terbagi ke dalam beberapa kategori. Seperti Olimpiade Matematika dan Olimpiade Sains. 

Baca juga: Shaza Siswi SMP Al Azhar 3 Bandar Lampung Raih Prestasi Taekwondo Berkat Latihan Keras

Untuk menyaring peserta, pihak sekolah membuka ekstrakurikuler yang diikuti sekitar 25 siswa dari lima kelas. Namun, ketika mendekati kompetisi, jumlah peserta akan diseleksi kembali untuk mengikuti kelas intensif.

“Kami melihat dari nilai akademik dan juga minat anak. Ada siswa yang mungkin tidak menonjol di pelajaran lain, tetapi sangat berbakat di Matematika atau IPA. Selain itu, kami juga memberikan kebebasan bagi siswa yang memang ingin bergabung,” jelas Mayang.

Dalam proses pembelajaran, metode yang digunakan tidak hanya berfokus pada teori. 

Ia mengombinasikan materi dengan permainan, kerja kelompok, serta media interaktif agar siswa lebih mudah memahami dan mengingat pelajaran. 

“Kalau hanya teori, anak-anak cepat lupa. Tapi kalau pakai media atau permainan, mereka lebih ingat,” tuturnya.

Kegiatan ekstrakurikuler ini rutin dilaksanakan setiap hari Jumat pukul 9.30-11.30 WIB.

Namun, menjelang perlombaan seperti Olimpiade Sains Nasional (OSN), sekolah juga mengadakan kelas tambahan di luar jadwal. Seperti pada hari Sabtu, agar tidak mengganggu waktu belajar siswa.

Selain pembelajaran akademik, aspek mental juga menjadi perhatian utama. 

Mayang menekankan pentingnya motivasi yang ia berikan dalam membangun kepercayaan diri siswa untuk mengikuti olimpiade.

“Kadang anak-anak merasa pesimis saat melihat temannya lebih unggul. Di sini kami tekankan bahwa kegagalan bukan akhir, melainkan proses belajar,” ujarnya.

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved