Berita Lampung

Harga Minyakita di Bandar Lampung Tembus Rp 21 Ribu per Liter

Harga Minyakita saat ini mencapai Rp 21 ribu per liternya. Sementara itu pedagang mulai mengeluhkan stok.

Tayang: | Diperbarui:
Tribunlampung.co.id/Dominius Desmantri Barus
MINYAKITA - Harga minyak goreng kemasan merek Minyakita mengalami kenaikan signifikan di Pasar Pasir Gintung, Tanjung Karang, Kota Bandar Lampung, Minggu (26/4/2026). Kini harganya tembus Rp 21 ribu per liter. 
Ringkasan Berita:
  • Harga minyak goreng Minyakita tembus Rp 21 ribu per liter.
  • Selain harganya naik, stok Minyakita kini langka di pasaran.
  • Kenaikan harga tersebut menurut pedagang dari sejak sebelum lebaran.

Tribunlampung.co.id, Bandar LampungHarga minyak goreng kemasan merek Minyakita mengalami kenaikan signifikan di Pasar Pasir Gintung, Tanjung Karang, Kota Bandar Lampung, Minggu (26/4/2026).

Harga Minyakita saat ini mencapai Rp 21 ribu per liternya atau lebih tinggi Rp 5.300 dari Harga Eceran Tertinggi (HET).

Berdasarkan peraturan resmi (Permendag No. 43 Tahun 2025/sebelumnya Kepmendag 1028 Tahun 2024), HET MinyaKita ditetapkan sebesar Rp15.700 per liter.

Selain itu pedagang mengeluh stok Minyakita yang langka di pasaran.

Pedagang sembako di Pasar Pasir Gintung, Handika Dwi Saputra (22), mengungkapkan bahwa harga Minyakita naik dari sejak sebelum lebaran.

"Sudah naik dari sebelum lebaran sampai sekarang. Sekarang harga perkartonnya Rp 245 ribu. Dari Rp 235 ribu perkartonnya. Naik Rp 10 ribu," ujarnya, Minggu (26/4/2026).

"Perkartonnya isi 12, Minyakita ukuran 1 liter. Kalau diecer per liternya kita jual Rp 21 ribu, yang ukuran 1 liter," sambungnya.

Baca juga: BPBD Bandar Lampung Evakuasi Pohon Tumbang Timpa Bangunan Rumah Makan

Ia menyebut dengan kenaikan harga Minyakita tersebut ia sebagai pedagang tentu ikut terdampak. Selain kenaikan harga, ketersediaan stok Minyakita di pasar saat ini juga mulai menipis.

Handika menambahkan, kelangkaan ini diperkirakan terjadi sejak tingkat distributor, sehingga distribusi ke pedagang pun menjadi terhambat.

Fenomena ini dikhawatirkan akan memengaruhi konsumen, terutama ibu rumah tangga dan pelaku usaha kuliner yang mengandalkan minyak goreng sebagai bahan pokok.

( Tribunlampung.co.id / Dominius Desmantri Barus )

Sumber: Tribun Lampung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved