Berita Lampung
Zulhas Pastikan Distribusi Pupuk Subsidi Dipangkas
Zulhas menyebut, sebagai bukti adalah penyaluran pupuk bersubsidi di Provinsi Lampung telah mencapai 282.796 ton.
Tribunlampung.co.id, Lampung Selatan - Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan memastikan proses distribusi pupuk subsidi sudah dipangkas.
Menurut dia, kini tidak ada lagi jalur distribusi yang rumit.
Zulhas menyebut, sebagai bukti adalah penyaluran pupuk bersubsidi di Provinsi Lampung telah mencapai 282.796 ton.
Data tersebut sekitar 40 persen dari total alokasi sebesar 713.970 ton yang tercatat hingga 30 April 2026.
Dia mengatakan, pemerintah terus mendorong percepatan distribusi pupuk subsidi agar dapat diterima petani tepat waktu, khususnya menjelang musim tanam.
Ia menyebut, distribusi pupuk kini jauh lebih mudah setelah jalurnya dipangkas.
“Sekarang distribusi pupuk jauh lebih mudah karena jalurnya sudah dipangkas. Kalau dulu terlalu panjang dan banyak persetujuan, sekarang lebih langsung,” ujar Zulhas saat menghadiri forum Rembuk Tani di Desa Marga Agung, Kecamatan Jati Agung, Lampung Selatan, Sabtu (2/5/2026).
Dalam acara itu, hadir pula Menteri Perdagangan Budi Santoso.
Menurutnya, sebelum reformasi kebijakan dilakukan, penyaluran pupuk subsidi kerap terkendala birokrasi panjang karena harus melalui berbagai tahapan persetujuan lintas instansi. Kondisi tersebut yang menyebabkan pupuk sering terlambat diterima petani.
“Dulu serapannya hanya sekitar 6 juta ton karena aturannya berputar-putar. Sekarang bisa naik hingga 9,5 juta ton,” katanya.
Melalui kebijakan baru berupa peraturan presiden (perpres), terus Zulhas, distribusi pupuk kini dapat dilakukan lebih langsung oleh produsen tanpa proses administrasi berlapis. Di Lampung, kebijakan ini mulai berdampak terhadap percepatan penyaluran pupuk kepada petani.
Selain itu, pemerintah juga melakukan intervensi harga gabah di tingkat petani dengan menetapkan harga pembelian sebesar Rp 6.500 per kilogram tanpa klasifikasi kualitas. Kebijakan tersebut dinilai penting untuk menjaga stabilitas harga sekaligus memberikan kepastian pendapatan bagi petani.
“Sekarang petani panen harus dibeli Rp 6.500. Kalau tidak, akan diperiksa. Ini untuk melindungi petani dari permainan tengkulak,” tegas Zulhas.
“Kalau pupuk tersedia dan harga gabah terjaga, produksi pangan bisa meningkat. Ini sesuai dengan program Presiden menuju swasembada pangan,” ujarnya.
Zulhas turut mengeklaim kemudahan akses pupuk berkontribusi terhadap peningkatan produksi beras nasional yang naik sekitar 8 persen, yakni dari 30 juta ton menjadi 32,4 juta ton.
Melalui forum Rembuk Tani, Zulhas berharap persoalan distribusi pupuk dapat dipantau langsung di lapangan sekaligus memastikan petani memperoleh akses sarana produksi secara lebih cepat dan merata.
Dalam kunjungan kerja tersebut, Zulhas didampingi Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero) Rahmad Pribadi, Pangdam XXI/Radin Inten Mayjen TNI Kristomei Sianturi, serta jajaran pemerintah daerah.
Zulhas memaparkan alokasi pupuk bersubsidi nasional tahun 2026 mencapai 9.845.686 ton, dengan rincian sektor pertanian sebesar 9,55 juta ton dan sektor perikanan 295.686 ton. Sementara untuk wilayah Sumatera, realisasi penyaluran pupuk rata-rata telah mendekati 40 persen.
Khusus di Lampung, serapan pupuk tercatat mencapai 282.796 ton atau sekitar 40 persen dari total alokasi 713.970 ton. “Artinya distribusi sudah berjalan baik dan terus kita dorong agar tepat waktu,” ujarnya.
Zulhas menambahkan, pemerintah tengah mendorong penguatan industri pupuk nasional, termasuk pembangunan tujuh pabrik pupuk baru dalam lima tahun ke depan.
“Dengan sistem distribusi yang lebih sederhana dan produksi yang meningkat, kita optimistis kebutuhan pupuk dalam negeri bisa terpenuhi secara berkelanjutan,” tandasnya.
Zulhas mengatakan, serapan pupuk subsidi dipastikan meningkat setelah pemerintah melakukan reformasi birokrasi, terutama yang berkaitan dengan pendistribusian pupuk subsidi.
Menurut dia, penyederhanaan birokrasi ini tak cuma berimbas pada peningkatan serapan pupuk bersubsidi, melainkan juga mendongkrak produksi pertanian karena pupuk bersubsidi sampai di petani tepat waktu.
Tingkatkan Nilai Tambah
Sekretaris Provinsi Lampung Marindo Kurniawan memastikan Pemerintah Provinsi Lampung mendukung penuh program tersebut. Ia menyebut, keberadaan fasilitas seperti pabrik pengolahan dan mesin penggilingan akan menjadi solusi dalam meningkatkan nilai tambah hasil pertanian di tingkat desa.
Menurutnya, target utama ke depan adalah memastikan ketahanan pangan di Lampung tetap terjaga, didukung distribusi pupuk yang lancar serta peningkatan produksi padi.
“Ketika produksi padi terjaga, maka kita pastikan nilai tambahnya juga dinikmati petani. Melalui program dryer dari Pemprov dan RMU dari Menko Pangan, proses peningkatan nilai itu terjadi di desa,” jelasnya.
Ia menambahkan, pembangunan gudang penyimpanan seperti silo dan fasilitas Bulog akan memperkuat sistem logistik pangan di daerah. Dengan demikian, ketahanan pangan tidak hanya terpusat, tetapi tersebar hingga ke desa-desa.
Program tersebut, lanjut Marindo, tidak hanya difokuskan di Lampung Selatan, melainkan akan diterapkan secara menyeluruh di wilayah Provinsi Lampung.
Sementara itu, anggota Komisi II DPRD Provinsi Lampung Mikdar Ilyas menilai kenaikan serapan pupuk sebesar 2,5 juta ton atau setara 40 persen merupakan sinyal kuat bagi produktivitas petani.
Hal itu disampaikan Mikdar terkait tingginya serapan pupuk secara nasional dari sebelumnya 6 juta ton menjadi 9,5 juta ton.
Menurut Mikdar, hal itu patut diapresiasi. "Tentu kita patut bergembira dan bersyukur. Dengan penggunaan pupuk yang maksimal oleh masyarakat, secara otomatis akan memengaruhi hasil produksi pertanian kita ke depan," ujar Mikdar Ilyas, Minggu (3/5/2026).
Mikdar menilai, lonjakan serapan ini tidak lepas dari keberhasilan Pemerintah Provinsi Lampung dalam memberikan pemahaman kepada para petani mengenai pentingnya optimalisasi pupuk.
Ia menyoroti peran aktif Dinas Pertanian, penyuluh, hingga aparat di lapangan yang terus mendorong petani untuk mendaftarkan diri ke kelompok tani.
"Ini membuktikan pemerintah daerah berhasil merangkul petani yang selama ini mungkin belum maksimal mendapatkan akses pupuk subsidi," ujar politisi Gerindra ini.
"Sekarang pikiran masyarakat semakin terbuka. Mereka mendaftarkan diri ke kelompok tani sehingga yang tadinya tidak dapat pupuk, sekarang bisa dapat," jelasnya.
Dengan peningkatan penggunaan pupuk yang disebutnya mencapai angka rata-rata kenaikan di berbagai sektor, Mikdar meyakini Lampung akan kembali mencatatkan surplus besar pada berbagai komoditas unggulan.
"Kita yakin Lampung akan mencapai target maksimal, tidak hanya untuk padi atau beras, tapi juga jagung, singkong, dan komoditas lainnya. Lampung akan semakin surplus," ucap dia.
Lebih lanjut, Mikdar berharap peningkatan serapan pupuk ini diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan, mengingat sektor pertanian merupakan tulang punggung utama bagi sebagian besar masyarakat di Provinsi Lampung.
(Tribunlampung.co.id/Riyo Pratama/Hurri Agusto)
| PNS di Lampung Selatan Kehilangan Motor, Pencuri Masuk Rumah Rusak Jendela Samping |
|
|---|
| Mikdar Ilyas Sebut Tingginya Serapan Pupuk Jadi Sinyal Kuat bagi Produktivitas Petani |
|
|---|
| 1 Hektare Bisa Untung Rp 40 Juta, Ini Penyebab Petani Singkong Lampung Berpaling ke Jagung |
|
|---|
| Ternyata Ini Penyebab Harga Singkong di Lampung Tembus Rp 1.650 per Kg |
|
|---|
| Patroli Polres Pringsewu Lampung Sasar Balap Liar dan Kejahatan Jalanan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/Menko-Pangan-Rembuk-Tani.jpg)