Ekspor Tapioka Lampung
Soal Ekspor Tapioka, Petani: Pabrik Harus Hargai Kualitas Singkong Kami
Unus, petani singkong di Kecamatan Anak Tuha, Lampung Tengah, mengungkapkan bahwa geliat ekspor memang meningkatkan serapan.
Penulis: Fajar Ihwani Sidiq | Editor: Daniel Tri Hardanto
Dia membenarkan bahwa pelepasan ekspor 180 kontainer menuju China menjadi tonggak sejarah baru bagi komoditas unggulan Lampung.
Namun, kata dia, keberlanjutannya kini bergantung pada kesanggupan industri pengolahan untuk menerapkan praktik perdagangan yang adil bagi para petani singkong di akar rumput.
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menegaskan bahwa program hilirisasi justru dirancang untuk meningkatkan posisi tawar petani.
Hal itu disampaikan Mirza saat menghadiri pelepasan ekspor perdana 3.330 ton tapioka hasil olahan CV Central Intan (Intan Group).
Mirza juga menekankan pentingnya menjaga standar mutu agar kepercayaan pasar China tidak luntur.
Ia berjanji terus mengawal regulasi agar tercipta efisiensi logistik yang mampu mendongkrak daya saing tapioka Lampung sekaligus menjaga stabilitas harga di tingkat produsen (petani).
"Ekspor hari ini bukan sekadar pengiriman barang, tapi pembuktian kualitas bumi Lampung. Saya ingin setiap kontainer yang berangkat ini membawa kesejahteraan bagi petani di desa-desa. Harus ada korelasi positif antara naiknya ekspor dengan kemakmuran petani," kata Mirza.
(Tribunlampung.co.id/Fajar Ihwani Sidiq)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/Ekspor-Tapioka-ke-China-2.jpg)