Berita Lampung

Petugas Dishub Bandar Lampung Standby di Perempatan UIN

Dinas Perhubungan (Dishub) Bandar Lampung akan menempatkan personel di perempatan UIN, Jalan Pulau Singkep kawasan Sukarame

Tayang:
Tribunlampung.co.id/Dominius Desmantri Barus
KEMACETAN - Kadishub Bandar Lampung Socrat Pringgodanu. Dishub telah mengambil berbagai langkah antisipasi, termasuk penempatan personel di titik rawan macet di perempatan UIN, Jalan Pulau Singkep kawasan Sukarame, Bandar Lampung. 

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Dinas Perhubungan (Dishub) Bandar Lampung akan menempatkan personel di perempatan UIN, Jalan Pulau Singkep kawasan Sukarame, Bandar Lampung.

Penempatan personel itu untuk mengatur lalu lintas di perempatan yang sering mengalami kemacetan pada jam sibuk. Terutama pada pagi dan sore hari.

Kepala Dinas Perhubungan Socrat Pringgodanu menyebut pihaknya telah mengambil berbagai langkah antisipasi, termasuk penempatan personel di titik rawan macet tersebut.

"Kita akan coba menempatkan personel di sana untuk membantu lalu lintas," ujarnya, Kamis (7/5/2026).

Socrat mengatakan Dishub sebelumnya pernah menurunkan petugas di jalur penghubung antara kawasan UIN dan Pulau Singkep.

Namun di lapangan, muncul beragam tanggapan dari masyarakat terkait keberadaan petugas lalu lintas.

"Memang pernah kami tempatkan personel di sana, tetapi ada juga masyarakat yang menilai keberadaan petugas justru menyebabkan antrean kendaraan semakin panjang," ujarnya.

Meski demikian, menurut dia, keberadaan personel Dishub tetap dibutuhkan untuk menciptakan ketertiban lalu lintas dan meminimalkan risiko kecelakaan di kawasan itu.

Ia menyebut volume kendaraan yang melintas di kawasan Sukarame cukup tinggi. Sementara kapasitas jalan saat ini sudah berada pada batas standar.

Kondisi itu membuat arus kendaraan mudah tersendat, pada jam berangkat dan pulang aktivitas masyarakat.

"Tugas petugas di lapangan bukan hanya mengurai kemacetan, tetapi juga mengatur kendaraan agar tidak semrawut dan mengurangi potensi kecelakaan," katanya.

Terkait usulan pemasangan lampu lalu lintas atau traffic light di perempatan UIN belakang, Socrat mengatakan, hal itu masih perlu melalui kajian teknis lebih lanjut.

Menurut dia, sejumlah aspek yang harus diperhitungkan meliputi lebar ruas jalan hingga kapasitas keseluruhan jalur lalu lintas di lokasi.

Saat ini, Dishub menilai penempatan personel masih menjadi solusi paling efektif karena kemacetan di kawasan itu bersifat situasional dan hanya terjadi pada jam tertentu.

"Kalau sifat kemacetannya temporer, personel masih lebih efektif dibanding pemasangan traffic light," tukasnya.

( Tribunlampung.co.id / Dominius D Barus )

Sumber: Tribun Lampung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved