Berita Lampung

Jemaah Haji Lampung Sudah Tiba di Mekkah

Ketua Kloter JKG 12 Ahmad Saidi menjelaskan, rombongan telah menempuh perjalanan dari Madinah menuju Mekkah pada 11 Mei 2026 lalu.

Tayang:
Penulis: Hurri Agusto | Editor: Daniel Tri Hardanto
Tribunlampung.co.id/DOK KETUA JKG 07 WINARDI
TIBA DI MEKKAH - Rombongan jemaah haji asal Lampung sudah menginjakkan kaki di Mekkah. 

Kementerian Haji dan Umrah melalui Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi terus melakukan transformasi besar dalam pelayanan jemaah haji.

Salah satu sektor krusial yang mengalami pembaruan masif adalah layanan konsumsi yang kini bertumpu pada teknologi digital dan peningkatan standar gizi.

Inovasi ini dirancang khusus untuk memastikan kebugaran ratusan ribu jemaah tetap prima menjelang puncak ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

Perbedaan paling mencolok pada penyelenggaraan tahun ini adalah terintegrasinya seluruh ekosistem katering ke dalam sistem digital.

Pengelolaan data konsumsi mulai dari pencatatan distribusi, pemantauan jumlah porsi, hingga verifikasi layanan kini berjalan secara seketika (real-time).

Sistem cerdas ini sangat membantu percepatan koordinasi dan penanganan kendala logistik di lapangan secara presisi.

"Pada tahun ini pengelolaan data konsumsi mulai terintegrasi secara digital, mulai dari pencatatan distribusi, monitoring jumlah porsi, hingga verifikasi layanan," jelas Kepala Bidang Konsumsi PPIH Arab Saudi, Indri Hapsari, kepada Tim Media Center Haji (MCH), di Mekkah, Senin (11/5/2026).

Kehadiran teknologi ini menjadi sangat vital mengingat PPIH harus mengelola distribusi dari 51 dapur penyedia menuju 177 hotel yang dihuni 527 kloter jemaah di Mekkah.

Pengawasan ketat yang dilakukan oleh PPIH terbukti membuahkan hasil yang sangat terkendali.

Hingga saat ini, sistem mencatat lebih dari 1.193.534 boks makanan telah sukses didistribusikan ke tangan jemaah tanpa kendala berarti.

Selain modernisasi sistem, kualitas isi piring jemaah juga mengalami perbaikan yang signifikan.

Penyusunan menu tahun ini dilakukan dengan perhitungan matang yang memperhatikan keseimbangan gizi dan penyesuaian cita rasa khas Nusantara.

Variasi lauk-pauk sengaja diperkaya agar jemaah tidak mudah merasa jenuh dan tetap memiliki selera makan yang tinggi.

Langkah ekstra juga diambil pemerintah dengan menyuntikkan tambahan nutrisi pelengkap di luar makanan utama harian.

Setiap jemaah kini secara rutin mendapatkan tambahan susu, buah-buahan segar, dan air mineral.

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved