Berita Lampung
Siswi SMP Jadi Korban TPPO, Pemkot Balam Ingatkan Pengawasan Orang Tua dan Guru
Hal itu disampaikan Wali Kota Eva Dwiana menanggapi perkara dua siswi SMP Bandar Lampung menjadi korban TPPO.
Penulis: Dominius Desmantri Barus | Editor: Robertus Didik Budiawan Cahyono
Ringkasan Berita:
- Pemkot Bandar Lampung mengingatkan pentingnya pengawasan bersama demi mengantisipasi TPPO yang menyasar anak-anak.
- Wali Kota Eva Dwiana menyampaikan itu pasca terjadinya dua siswi SMP asal Bandar Lampung menjadi korban TPPO.
- Mereka ditawari pekerjaan ringan dengan gaji besar namun kenyataannya dipekerjakan dengan pekerjaan yang tidak sesuai kesepakatan awal.
Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung – Pemkot Bandar Lampung mengingatkan pentingnya pengawasan bersama demi mengantisipasi Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) yang menyasar anak-anak.
Hal itu disampaikan Wali Kota Eva Dwiana menanggapi perkara dua siswi SMP Bandar Lampung menjadi korban TPPO.
Dua siswi SMP yang menjadi korban TPPO adalah R (15) dan B (14). Mereka menjadi korban setelah menerima tawaran kerja ringan dengan gaji tinggi.
Ironisnya keduanya dibawa ke Surabaya, Jawa Timur dipekerjakan di tempat yang tidak sesuai kesepakatan awal. Kasus ini berhasil dibongkar Polda Lampung dengan meringkus pelaku berinisial S (17).
Hasil ungkap kasus tersebut telah diekspose Polda Lampung, Selasa (12/5/2026). Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana ikut hadir dalam konfrensi pers tersebut.
Baca juga: Modus Rekrutmen Lewat Teman Sekolah, 2 Siswi SMP Bandar Lampung Jadi Korban TPPO ke Surabaya
Menurut Eva, pengawasan bersama antara sekolah dan keluarga menjadi benteng utama dalam melindungi anak-anak. Termasuk melindungi dari modus penipuan lowongan kerja yang berujung pada TPPO.
"Pengawasan orang tua dan guru sangat penting," kata Eva saat menghadiri konferensi pers pengungkapan kasus TPPO di Polda Lampung, Selasa (12/5/2026).
Selain itu, Eva mengaku pihaknya akan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sekolah-sekolah untuk memastikan siswa aman.
Dia memastikan Pemkot Bandar Lampung bersama Pemprov Lampung dan aparat kepolisian akan membuat langkah konkret dalam penanganan korban TPPO.
Eva menyatakan, Pemkot akan segera melakukan peninjauan lanjutan terhadap kondisi para korban sekaligus memastikan hak pendidikan mereka tetap terpenuhi.
"Insyaallah kami akan melakukan peninjauan. Kami di Pemerintah Kota Bandar Lampung akan bertanggung jawab untuk menyelesaikan pendidikan mereka, baik SMK maupun SMA yang ada di Bandar Lampung," ujarnya.
Menurut Eva Dwiana, anak-anak korban TPPO tidak boleh kehilangan hak memperoleh pendidikan hanya karena menjadi korban kejahatan perdagangan orang.
Ia menegaskan, Pemkot Bandar Lampung siap memfasilitasi pendidikan korban di sekolah swasta tingkat SMA maupun SMK apabila mereka tidak memungkinkan melanjutkan pendidikan di sekolah negeri.
Selain memastikan pendidikan korban tetap berjalan, Pemkot Bandar Lampung juga akan memperkuat langkah pencegahan agar kasus serupa tidak kembali terjadi.
Salah satu langkah yang akan dilakukan yakni menggelar inspeksi mendadak (sidak) ke seluruh SMP di Kota Bandar Lampung dengan fokus pengawasan penggunaan telepon genggam di kalangan pelajar.
| Kronologi Penangkapan Pencuri Sawit di Lamteng, Tertangkap Tangan Saat Beraksi di Kebun PT GMP |
|
|---|
| Tekan Inflasi, Bulog Lampung Distribusikan MinyaKita Lewat Operasi Pasar Murah |
|
|---|
| Sengketa Tanah Gotong Royong, Ahli FH Unila Sebut SHM Bukti Kepemilikan Paling Kuat |
|
|---|
| MinyaKita Diserbu Warga di Operasi Pasar Murah Gedong Tataan |
|
|---|
| Cemburu Buta Jadi Motif Suami Aniaya Istri di Pringsewu hingga Luka Parah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/Eva-Ingatkan-Pentingnya-Pengawasan-Orang-Tua-dan-Sekolah-Antisipasi-TPPO.jpg)